Sukses

Scammer Incar Pengguna Apple, Begini Cara Mencegahnya

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan keamanan siber Kaspersky menemukan, scammer memiliki ketertarikan pada akun dan para pengguna perangkat Apple.

Para peneliti Kaspersky mengklaim telah menemukan sekitar 100 domain mencurigakan di seluruh dunia yang menyebutkan "Apple" sebagai sebuah perusahaan (palsu).

Sebagian besar situs web ini mengharuskan pengguna memasukkan ID Apple dan kata sandi mereka. Jumlah sumber daya tersebut meningkat pesat pada September dan mencapai 1.950 domain pada akhir bulan.

Setelah menganalisis sejumlah nama sumber daya tersebut, para ahli Kaspersky mendapati beberapa di antaranya menawarkan untuk menemukan ponsel yang hilang, sementara lainnya mengiming-imingi bantuan pemulihan akses ke akun pengguna.

Pakar keamanan Kaspersky Tatyana Sidorina mengimbau pengguna Apple untuk lebih berhati-hati karena peningkatan minat scammer pada layanan Apple menunjukkan bahwa mereka akan dengan senang hati mendapatkan keuntungan dari apa pun yang menarik perhatian pengguna.

"Peluncuran iPhone terbaru mungkin merupakan peluang sempurna bagi para scammer untuk menyebarkan fitur berbahaya,” kata Sidorina melalui keterangannya, Rabu (14/10/2020).

 

2 dari 3 halaman

Situs Phishing

Selain itu, terdapat pula situs phishing yang meniru layanan Apple’s Support. Kemungkinan besar sumber daya ini dibuat dengan tujuan mencuri akun pengguna.

Namun, menurut Kaspersky, upaya tersebut tidak bekerja dengan baik dan hanya berupa perangkat lunak 'rintisan'.

Para scammer cenderung menyukai penggunaan halaman tersebut sebagai tindakan pencegahan sehingga apabila satu sumber daya diblokir, mereka dapat mengaktifkan yang lain.

 

3 dari 3 halaman

Tips Cegah Aksi Scammer

Agar terhindar dari korban penipuan, Kaspersky menyarankan pengguna untuk melakukan langkah berikut.

• Bersikap skeptis tentang berita atau penawaran dan promosi yang berlimpah ruah

• Memverifikasi bahwa pesan datang dari sumber yang dapat dipercaya

• Tidak mengikuti tautan dari email atau pesan mencurigakan di instant messenger dan jejaring sosial

• Selalu memeriksa keaslian situs web yang dikunjungi

• Menginstal solusi keamanan dengan basis data terbaru yang mencakup pengetahuan tentang sumber daya phishing dan spam terbaru

(Isk/Why)