Sukses

Top 3 Tekno: Platform Prakiraan Covid-19 Terpopuler

Liputan6.com, Jakarta - Platform prakiraan Covid-19 ciptaan tim peneliti di Carnegie Mellon University (CMU) dapat membantu pejabat kesehatan masyarakat, peneliti, dan masyarakat membuat keputusan berdasarkan informasi hasil prakiraan.

Berita ini menjadi yang terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com, Selasa (13/10/2020) kemarin.

Informasi lain yang tak kalah populer datang dari pengamat telekomunikasi yang menilai investasi di Gojek akan memperkuat portofolio bisnis digital Telkom.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. Peneliti di CMU Rancang Platform Prakiraan Covid-19

Sekelompok tim peneliti di Carnegie Mellon University (CMU) merilis platform bernama Covidcast yang dapat mengembangkan sumber daya pemantauan data dan prakiraan Covid-19.

Platform ini dapat membantu pejabat kesehatan masyarakat, peneliti, dan masyarakat membuat keputusan berdasarkan informasi hasil prakiraan.

Bulan lalu, CMU menerima dana hibah senilai USD 1 juta dari Google.org dan sebuah tim yang terdiri dari tiga belas Google.org Fellows untuk bekerja secara pro bono selama enam bulan.

Selengkapnya baca di sini

2. Investasi di Gojek Dinilai akan Perkuat Portofolio Bisnis Digital Telkom

Data agregat atau big data analytic dinilai sebagai harta yang berharga, bahkan dianggap sebagai new oil bagi ekonomi digital Indonesia.

Begitu berharganya big data analytic, kini banyak perusahaan swasta maupun BUMN yang berminat investasi ke startup yang memiliki data agregat sangat besar.

Pengamat Telekomunikasi sekaligus Sekjen Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi ITB, Ridwan Effendi mengatakan, kini ada kecenderungan perusahaan di Indonesia melirik potensi besar dari data agregat.

Selengkapnya baca di sini

 

2 dari 2 halaman

3. 10 Aplikasi dengan Pemasukan Tertinggi pada September 2020

Perusahaan riset pasar aplikasi mobile Sensor Tower merilis laporan 10 aplikasi dengan pemasukan tertinggi pada September 2020.

Menurut laporan tersebut, TikTok menjadi aplikasi dengan pemasukan tertinggi di seluruh dunia pada periode tersebut. Aplikasi milik ByteDance itu meraup lebih dari USD 130,5 juta.

"Itu 7,9 kali lipat lebih tinggi dari pemasukan pada September 2019," ujar Julia Chan, Mobile Insights Analyst dikutip dari keterangan perusahaan.

Selengkapnya baca di sini