Sukses

Top 3 Tekno: Tips Awet Muda ala Bos Telegram

Liputan6.com, Jakarta - Artikel tentang tips awet muda yang dibagikan oleh pendiri sekaligus CEO aplikasi olah pesan Telegram, Pavel Durov, menjadi artikel terpopuler pada Senin (12/10/2020).

Selain itu, dua artikel lainnya yang menyedot perhatian pembaca adalah artikel tentang Twitter yang melakukan pembatasan retweet menjelang Pemilu AS guna mengantisipasi misinformasi dan Pakistan yang memblokir TikTok dengan alasan konten di dalamnya tidak bermoral.

Selengkapnya, simak Top 3 Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. Ini 7 Tips Awet Muda dari Bos Telegram

Pendiri aplikasi Telegram, Pavel Durov, merayakan ulang tahun ke-36 pada 10 Oktober 2020. Meski telah berusia 36 tahun, banyak orang menilai ia terlihat lebih muda.

Durov pun menyadari pujian untuk penampilannya yang tampak awet muda.

"Saya kini sudah berusia 36 tahun, dan beberapa orang bertanya bagaimana saya terlihat lebih mudah daripada usia saya. Saya juga telah bertanya kepada banyak orang mulai dari Jaret Leto hingga fitness trainer yang tampak berusia seperti 25 tahun pada usia 50 tahun," ungkap Durov melalui channel pribadinya di Telegram.

Selengkapnya baca di sini

2 dari 3 halaman

2. Twitter Batasi Fitur Retweet untuk Perangi Disinformasi Jelang Pilpres AS

Saat ini media sosial menawarkan fitur untuk membagikan ulang sebuah unggahan. Di Twitter misalnya, fitur ini bernama Retweet.

Sayang, terkadang informasi yang dibagikan ulang atau diteruskan bisa mengandung disinformasi.

Kini, berkaitan dengan kian dekatnya Pilpres Amerika Serikat (AS) pada 3 November mendatang, Twitter akan memberlakukan perubahan sementara di platformnya.

Dalam keterangannya, Twitter menyebut, akan memberikan label pada tweet berisi klaim kemenangan yang salah. Label tersebut akan diarahkan langsung ke laman Pilpres resmi di Twitter.

Selengkapnya baca di sini

3 dari 3 halaman

Pakistan Blokir TikTok karena Kontennya Dianggap Tak Bermoral

Regulator telekomunikasi Pakistan memblokir TikTok pada Jumat lalu. Pemblokiran ini dilakukan karena TikTok dianggap gagal memfilter konten yang tidak bermoral dan tidak senonoh.

Pemblokiran TikTok di Pakistan menjadi pukulan bagi media sosial ini, setelah sebelumnya dilarang di India dan hampir diblokir di Amerika Serikat. Padahal, popularitas TikTok tengah melonjak di seluruh dunia.

"Larangan itu muncul karena ada keluhan dari berbagai segmen masyarakat terhadap konten yang tidak bermoral dan tidak senonoh di TikTok," kata Otoritas Telekomunikasi Pakistan (PTA), seperti dikutip dari laman Reuters, Senin (12/10/2020).

Selengkapnya baca di sini