Sukses

Top 3 Tekno: Fenomena Langka Cincin Api Soltis Paling Hits

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah fenomena langka Cincin Api Soltis yang terjadi kemarin dan lagi pada 19 tahun mendatang, banyak dicari pembaca kanal Tekno Liputan6.com, Minggu (21/6/2020).

Artikel yang juga dicari, termasuk penjelasan Telkom soal pengguna Indihome bisa akses Netflix, dan Google hapus 70 adds-on di Chrome.

Lebih lengkapnya simak berita berikut ini.

1. Selain Gerhana, Hari Ini ada Fenomena Cincin Api Soltis yang Baru Akan Terjadi 19 Tahun Lagi

Banner Infografis Gerhana Matahari Cincin 26 Desember 2019. (Liputan6.com/Abdillah)

Selain gerhana matahari cincin, hari ini juga berlangsung fenomena yang amat langkah. Fenomena langka yang dimaksud bernama Cincin Api Soltis.

Lapan menamakannya Cincin Api Soltis karena ada dua fenomena terjadi bersamaan, yakni gerhana matahari cincin terjadi berbarengan dengan titik balik matahari atau Soltis Juni (Soltis Utara).

Dikutip dari akun Instagram Pussainsa Lapan (@pussainsa_lapan), Cincin Api Soltis adalah hal yang cukup langka dialami. Bahkan, fenomena ini baru akan terjadi 19 tahun lagi dari sekarang.

Baca Selengkapnya di Sini

 

2 dari 3 halaman

2. Penjelasan Telkom Soal Pengguna Indihome yang Sudah Bisa Akses Netflix

Netflix hadirkan fitur pengawasan untuk sajikan tayangan berkulitas dan aman bagi anak. (Foto: Unsplash)

Dua hari terakhir, warganet menyebut-nyebut mereka sudah bisa mengakses layanan Netflix meski menggunakan internet Indihome.

Namun berdasarkan pernyataan dari Telkom Group, hingga saat ini layanan Netflix belum bisa diakses dari jaringan internet TelkomGroup.

"Hingga saat ini layanan Netflix belum dapat diakses dari jaringan TelkomGroup. Kami terus lakukan pengecekan untuk memastikan kebijakan ini," kata VP Corporate Communication Telkom Indonesia, Arif Prabowo, dalam pernyataan yang diterima Tekno Liputan6.com, Minggu (21/6/2020).

Baca Selengkapnya di Sini

 

3 dari 3 halaman

3. Mata-matai Pengguna, Google Hapus 70 Adds-on di Browser Chrome

Kantor Google Indonesia di SCBD. Dok: Tommy Kurnia/Liputan6.com

Perusahaan keamanan Awake Security menemukan adanya upaya penjahat siber memata-matai para pengguna layanan peramban Google Chrome melalui software ekstensi (adds-on).

Disebutkan oleh Awake Security, sejumlah software ekstensi atau adds-on Google yang dipakai untuk memata-matai pengguna ini sudah diunduh oleh 32 juta pengguna.

Alphabet Inc, perusahaan induk Google, menyebut pihaknya sudah menghapus lebih dari 70 adds-on yang disusupi spyware alias software mata-mata.

Baca Selengkapnya di Sini

(Ysl/Isk)