Sukses

Telegram Rilis Sejumlah Inisiatif untuk Sebar Informasi Terpercaya Soal Covid-19

Liputan6.com, Jakarta - Telegram baru saja mengumumkan sejumlah inisiatif untuk mendukung penyebaran informasi yang benar mengenai Covid-19 di aplikasi. Hal itu ditunjukkan dengan meningkatkan kemampuan Telegram Channel yang dimilikinya.

Adapun cara yang dimaksud adalah menyediakan Telegram Channel yang berasal dari sumber terpercaya dan resmi. Salah satu yang dilakukan adalah verifikasi Channel resmi yang diperbarui.

Dikutip dari blog Telegram, Senin (6/4/2020), Telegram kini mempermudah akses untuk instansi atau media yang ingin memperoleh verifikasi di platformnya.

Jadi, kini instansi atau media yang sudah terverifikasi di media sosial lain, tinggal mengontak akun @VerifyBot untuk mendapatkan lencang biru.

"Untuk membantu pengguna membedakan sumber terpercaya dan berita palsu, kami meluncurkan proses verifikasi yang lebih efisien mulai sekarang," tulis perusahaan.

Tidak hanya itu, Telegram juga akan mengirimkan notifikasi ke seluruh pengguna di negara yang sudah memiliki akun resmi di platformnya. Untuk itu, aplikasi asal Rusia ini membuka kesempatan untuk otoritas negara bergabung.

Telegram juga menghadirkan kanal khusus untuk dimunculkan sebagai teratas dari pencarian keyword yang berhubungan dengan virus corona. Kanal ini berisi sumber resmi sejumlah Kementerian Kesehatan sejumlah negara.

2 dari 3 halaman

WhatsApp Luncurkan Pusat Informasi untuk Covid-19

Sebelumnya, WhatsApp juga mengumumkan dua inisiatif untuk mendukung upaya global dalam mengantisipasi pandemi Covid-19. Salah satu yang dilakukan adalah meluncurkan Pusat Informasi Covid-19 WhatsApp.

Lewat kolaborasi bersama WHO, UNICEF, dan UNDP, layanan chatting milik Facebook ini meluncurkan pusat informasi yang dapat diakses di situs whatsapp.com/coronavirus.

Dalam keterangan resmi yang diterima, situs ini menawarkan tips dan konten umum bagi seluruh pengguna di seluruh untuk mengurangi penyebaran rumor dan membuka akses pada informasi yang akurat.

Adapun situs ini berisi panduan sederhana bagi petugas kesehatan, tenaga pengajar, tokoh masyarakat, organisasi nirlaba, termasuk pemerintah dan pelaku bisnis yang menggunakan WhatsApp.

3 dari 3 halaman

Kerjasama dengan WHO

Lewat pusat informasi ini, pengguna juga dapat mengetahui panduan yang ditujukan bagi para grup-grup kecil agar dapat memanfaatkan fitur di aplikasi chatting ini secara optimal, yang juga disebarluaskan oleh UNDP.

Selain itu, perusahaan turut bekerja sama dengan WHO menghadirkan layanan hotline yang dapat digunakan pengguna seluruh dunia. Hotline ini menyediakan informasi tepercaya dan terdaftar dalam pusat informasi ini.

Pusat informasi ini menjalin pula kerja sama dengan sejumlah kementerian kesehatan nasional dan Lemabaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Singapura, Israel, Afrika Selatan, Brasil, dan Indonesia untuk memberikan informasi faktual.

"Kami ingin menyediakan pusat informasi sederhana yang dapat membantu menghubungkan orang-orang di saat yang penuh kewaspadaan ini, mengingat selama periode ini banyak yang mengandalkan WhatsApp," ujar Head of WhatsApp Will Cathcart.

(Dam/Ysl)