Sukses

Uniphore Ingin Rombak Layanan Pelanggan dengan 3 Platform Berbasis AI

Liputan6.com, Jakarta - Sejalan dengan perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence, AI), semakin banyak perusahaan mulai menggunakan teknologi ini di layanan mereka, termasuk di sektor layanan pelanggan (customer service, CS).

Berbekal teknologi AI, perusahaan dapat secara efektif mendeteksi sentimen konsumen saat menghubungi layanan pelanggan dan membantu memecahkan masalah mereka dengan lebih cepat dari biasanya.

Salah satu perusahaan yang menawarkan automasi layanan CS berbasis AI adalah Uniphore, yang bermarkas di Chennai, India.

Bertempat di salah satu kantor di Jakarta, Selasa (18/2/2020), Ravi Saraogi, selaku co-founder dan COO Uniphore, mengungkap tiga layanan mereka yang mampu memecahkan masalah yang sering konsumen dan perusahaan hadapi.

"Saat ini, layanan pelanggan yang mengandalkan email, chatbot, dan media sosial banyak diadopsi oleh perbankan dan asuransi," ujar Ravi.

"Namun, model layanan CS ini sudah ketinggalan zaman dan membutuhkan waktu lama. Ketika masalah terselesaikan, konsumen sudah menghabiskan lebih dari 30 menit dan akan berakibat terhadap tingkat kepuasan konsumen terhadap produk," kata Ravi.

Berkaca dari hal tersebut, perusahaan pun memperkenalkan tiga layanan berbasis AI, yakni auMina, akeira, dan amVoice. Apa itu?

2 dari 4 halaman

auMina

Ilustrasi Kecerdasan Buatan. Dok: intersystems.com

Ravi menjelaskan ketiga layanan mereka kepada rekan-rekan media. Yang pertama dijabarkan adalah auMina.

Ini merupakan perangkat lunak Speech Analytics yang memungkinkan pebisnis mengidentifikasi masalah pelanggan dengan menganalisis interaksi konsumen dengan petuga layanan pelanggan.

Menggunakan kecerdasan buatan, auMina dapat membantu petugas untuk memberikan solusi lebih cepat dan efektif, sembari merekam interaksi untuk mengoptimalkan program pelatihan perusahaan di masa mendatang.

3 dari 4 halaman

akeira

akeira. (Doc: Uniphore)

Sementara akeira adalah asisten virtual (virtual assistant) yang membantu perusahaan berinteraksi dengan konsumen melalui beragam antarmuka (user interface, UI).

"Anda biasanya harus menekan tombol tertentu, semisal tekan angka 1 untuk bahasa Indonesia, dan 2 untuk bahasa Inggris. Selanjutnya menekan lagi tombol tertentu untuk mengakses ke dalam layanan yang diinginkan," ujar Ravi. "Mengandalkan akeira, interaksi konsumen dengan perusahaan akan melalui dialog alami (walau yang menjawab adalah AI)."

Ravi mengatakan, "Anda tidak perlu tekan berbagai tombol untuk menuju ke layanan, cukup bilang 'Saya ingin mengubah tenor cicilan terkini', maka kamu akan mendapat jawaban berdasarkan AI atau dialihkan ke petugas layanan pelanggan."

"Interaksi dengan konsumen pun lebih fleksibel, efektif, dan cepat daripada layanan yang ada saat ini," tutur Ravi.

4 dari 4 halaman

amVoice

amVoice (Doc: Uniphore)

Layanan Uniphore terakhir yang diungkap adalah amVoice. Ini merupakan perangkat lunak autentikasi pengguna via telepon yang lebih aman dan sangat cocok untuk bisnis perbankan.

"Produk ini menggunakan solusi biometrik suara dan mampu mengenali berbagai bahasa dan dialek di dunia. Di Indonesia, kami sudah mengujicobakan layanan ini hingga ratusan jam untuk mengenali bahasa dan dialek penduduk di Tanah Air."

Saat ditanyakan tentang keamanan, Ravi menjelaskan amVoice sangat aman.

"Kami mengambil ratusan parameter untuk mampu mengenali suara lebih baik dan lebih aman, dengan cara ini orang yang memiliki kemampuan untuk meniru suara pun akan kesulitan mengakses layanan pengguna."

(Ysl/Why)