Sukses

Mencoba Mode Kamera Single Take di Galaxy S20, Fitur Kesukaan Dian Sastrowardoyo

Liputan6.com, Jakarta - Galaxy S20 series dan Galaxy Z Flip kedatangan sebuah mode foto terbaru di kameranya, yakni Single Take.

Single Take memungkinkan pengguna mendapatkan banyak foto dan video hanya dengan sekali tekan tombol capture di kamera.

Total ada 10 foto dan 4 video yang dihasilkan dari perekaman Single Take. Berbagai mode seperti live focus, black and white, wide angle, sampai ke perekaman video hyperlapse pun langsung dihasilkan di galeri dalam satu kali sentuhan.

Cara penggunaannya sangat mudah, kamu tinggal membuka menu kamera di Galaxy S20, Galaxy S20 Plus, dan Galaxy S20 Ultra. Kemudian memilih mode Single Take.

Arahkan sensor kamera ke objek yang ingin dibidik. Biasanya, kamu disarankan oleh smartphone untuk menggerakkan sensor kamera ke arah lain untuk mendapatkan angle perekaman yang lebih lengkap dan bervariatif.

Begitu proses pengambilan gambar selesai, kamu tinggal membuka galeri untuk melihat hasil foto dan video yang direkam dengan mode Single Take.

2 dari 3 halaman

Kata Dian Sastrowardoyo Soal Single Take

Mode Single Take juga mendapatkan pujian dari aktris Dian Sastrowardoyo.

Dalam bincang-bincangnya dengan sejumlah media di San Francisco, California, Amerika Serikat, Dian menyebut, Single Take adalah satu hal favoritnya di smartphone terbaru Samsung. Fitur ini juga bisa ditemukan di Galaxy Z Flip, ponsel kesukaan Dian saat ini.

Menurut pemeran Cinta dalam film 'Ada Apa Dengan Cinta?' ini, Single Take memungkinkan momen-momen seru bersama buah hatinya tak terlewat begitu saja.

"Sebagai ibu, momen itu berharga banget, soalnya kadang momen lucu itu lewat begitu saja karena kita memikirkan untuk ambil video atau foto. Tetapi single take itu bisa dapat semuanya, jadi tidak ketinggalan momen," kata Dian.

3 dari 3 halaman

Tentang Single Take

Diungkapkan oleh Head of Product Marketing Mobile Samsung Indonesia, Denny Galant, Single Take merupakan sebuah inovasi tersendiri, pasalnya efek yang digunakan bukanlah efek digital.

"Meski itu ada banyak efek foto dan video yang dihasilkan, itu bukan efek digital. Karena cara kerjanya, sekali klik (tombol kamera), semua sensor berjalan bersamaan," kata Denny ditemui di San Francisco, belum lama ini.

Denny lebih lanjut menjelaskan, proses pengambilan gambar Single Take tidak bisa dilakukan tanpa chipset Exynos 990 yang memiliki dukungan NPU (neural processing unit) atau AI empat kali lipat dibandingkan chipset versi sebelumnya.

"Kinerja NPU meningkat 4 kali lipat dibandingkan sebelumnya untuk mendukung kemampuan multitasking, salah satunya dalam mode Single Take ini, karena sekali klik, semua sensor berjalan bersamaan," kata Denny.

Artinya, Single Take menggabungkan kinerja cekatan kamera, kecerdasan buatan atau AI, dan kemampuan prosesor dalam mengolah hasil rekaman kamera menjadi bervariatif.

(Tin/Isk)