Sukses

Canalys: TWS Akan Kian Populer

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan riset pasar Canalys merilis laporan terkait prediksinya soal perangkat audio pribadi. Menurut Canalys, audio pribadi akan menjadi kategori perangkat pintar terbesar kedua dalam beberapa tahun ke depan, tapi smartphone akan tetap memimpin.

Dilansir dari GSM Arena, Sabtu (25/1/2020), Canalys memperkirakan pengapalan perangkat pintar akan mencapai tiga miliar unit secara global pada 2023, naik dari 2,4 miliar pada 2019. Setengah di antaranya adalah smartphone dengan pertumbuhan siginifikan, sementara PC, laptop, dan tablet akan menurun.

Kategori terbesar kedua adalah perangkat audio personal pintar. Ini termasuk segala hal mulai dari true wireless headset (TWS) hingga over ear headphones. Pengapalan kategori produk ini diprediksi akan mencapai 726 juta unit pada 2023.

Perangkat audio pribadi pintar akan menjadi kategori perangkat pintar dengan pertumbuhan tercepat pada tahun ini. Dibandingkan tahun lalu, pengapalan produknya diprediksi naik 32,1 persen pada tahun ini menjadi 490 juta unit, seiring pertumbuhan bluetooth headphone, earphone, dan TWS earbuds.

Gadget audio yang lebih besar yakni smart speaker akan menjadi kategori pertumbuhan terbesar kedua. Pengapalan produknya diprediksi tumbuh 21,7 persen menjadi 150 juta unit pada 2020, diikuti wearable bands dengan pertumbuhan 11,8 persen.

2 dari 2 halaman

Tren Paling Penting

Menurut analis senior di Canalys, Jason Low, perangkat pintar, khusus kategori produk baru seperti perangkat audio pribadi pintar, wearable bands, dan smart speaker, membentuk beberapa titik sentuh untuk melengkapi ekosistem pintar bagi konsumen dalam bergerak, bekerja, dan di rumah.

"Banyak kemajuan yang dibuat dalam 12 bulan terakhir, dan ini (perangkat pintar) akan menjadi tren paling penting di teknologi konsumen pada 2020," ungkap ungkap Low.

"Menjadi jelas bagi vendor bahwa perangkat-perangkat itu penting sebagai tawaran peluang berbeda untuk interaksi konsumen, dan pendekatan yang lebih menyeluruh untuk pengalaman pengguna karena ada beberapa fitur kunci yang tidak bisa secara efektif dicapai hanya dengan smartphone," sambungnya.

(Din/Why)