Sukses

Top 3 Tekno: 3 Aplikasi Jahat di Play Store Ini Intai Pesan Smartphone Korban

Liputan6.com, Jakarta - Artikel tentang daftar aplikasi jahat di Google Play Store yang mengintai pengguna Android, menjadi sorotan pembaca kanal Tekno Liputan6.com pada Jumat (10/1/2020).

Selain itu, dua artikel lainnya yang menyedot perhatian pembaca adalah tentang Gerhana Bulan Penumbra yang terjadi di Indonesia, dan keinginan Bukalapak untuk bisa bertahan hingga 100 tahun.

1. Waspada, 3 Aplikasi Jahat di Play Store Ini Intai Pesan di Smartphone

Android malware (ist.)

Baru-baru ini, Trend Micro mengungkap laporan tentang peredaran spyware yang mengancam pengguna Android.

Menurut para peneliti, software berbahaya tersebut memiliki kemammpuan untuk memata-matai semua pesan, baik di Facebook, Gmail, hingga Outlook bersembunyi di Google Play Store.

"Kami telah menemukan tiga aplikasi jahat di Google Play Store, yakni Camero, FileCrypt, dan CallCam," sebagaimana dikutip dari blog Trend Micro, Jumat (10/1/2020).

Selengkapnya baca di sini

 

2 dari 2 halaman

2. Gerhana Bulan Penumbra Berlangsung di Indonesia Sabtu Dini Hari

 

Gerhana Bulan Penumbra akan kembali terjadi dan dapat disaksikan di Indonesia. Informasi ini diumumkan oleh Badan Meteerologi dan Klimatogi (BMKG) beberapa hari lalu.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari situs resmi BMKG, Jumat (10/1/2020), Gerhana Bulan Penumbra ini mulai terjadi besok, Sabtu dini hari, 11 Januari 2020, tepatnya 00.05 WIB atau dini hari.

Dari informasi yang diperoleh, durasi Gerhana Bulan Penumbra kali ini adalah 4 jam 08,7 menit. Dengan pembagian, waktu puncak gerhana pukul 02.10 WIB dan waktu berakhirnya pukul 04.14.

Selengkapnya baca di sini

3. Bukalapak Ingin Jadi Perusahaan yang Bertahan Sampai 100 Tahun

 

Bukalapak telah berusia 10 tahun. Perusahaan rintisan yang mulanya dibesut untuk menaikkelaskan para pedagang UMKM ini menjadi salah satu perusahaan unicorn Tanah Air.

Unicorn merupakan sebutan untuk startup yang memiliki nilai valuasi di atas satu miliar dolar AS. Menurut CEO Bukalapak, Rachmat Kaimuddin, hanya ada 433 perusahaan di dunia yang menjadi unicorn, decacorn, dan hectocorn.

Namun, impian Bukalapak sebagai perusahaan teknologi lokal tidak berhenti hanya sebatas menyandang status unicorn.

Selengkapnya baca di sini

 (Ysl/Isk)

Loading
Artikel Selanjutnya
Top 3 Tekno: Harga Smartphone Xiaomi Mi 10 Bikin Penasaran
Artikel Selanjutnya
Top 3 Tekno: WhatsApp Down di Berbagai Negara Jadi Sorotan