Sukses

Peneliti Kembangkan Baterai Smartphone dari Belerang

Liputan6.com, Jakarta - Sekelompok peneliti di Monash University telah mengembangkan baterai lithium-sulfur (berbahan belerang) dengan tingkat efisiensi paling tinggi.

Baterai ini diyakini dapat menjadi sumber tenaga untuk smartphone hingga lima hari berturut-turut.

Mengutuip Eurekalert, Senin (6/1/2020), penelitian ini dipublikasikan di Science Advances pada akhir pekan lalu. Ia merupakan penelitian pertama yang dipublikasikan di publikasi internasional ternama itu.

Salah satu anggota kelompok peneliti itu, Professor Mainak Majumder, mengatakan bahwa pengembangan baterai lithium-sulfur ini merupakan gebrakan baru di industri Australia.

"Pembuatan dan penerapan baterai Lithium-Sulfur di mobil dan kisi akan menangkap bagian lebih signifikan dari rantai nilai perkiraan lithium Australia senilai AUD 213 miliar, dan akan merevolusi pasar kendaraan (elektrik) Australia dan memberi semua warga Australia pasar energi yang lebih bersih dan lebih andal," kata Mainak.

2 dari 2 halaman

Dana AUD 2,5 Juta

"Tim peneliti kami telah menerima pendanaan lebih dari AUD 2,5 juta dari pemerintah dan mitra industri internasional untuk menguji coba teknologi baterai ini pada mobil dan jaringan mulai tahun ini," ujar Mainak  ebih lanjut.

Bahan untuk baterai ini sebetulnya sama seperti Lithium-Ion standar, tetapi para peneliti mengkonfigurasi ulang desain katoda sulfur.

Dengan demikian, beban tekanan yang lebih tinggi tanpa penurunan kapasitas atau kinerja keseluruhan dapat diakomodasi.

(Why/Isk)

Loading
Artikel Selanjutnya
Perubahan Iklim Dorong Microsoft Hapus Jejak Karbon
Artikel Selanjutnya
Tesla Akan Buka Fasilitas Baru di Tiongkok