Sukses

Tips Backup Foto ke Google Photo di Smartphone dan Desktop

Liputan6.com, Jakarta - Bagi kamu yang suka memotret menggunakan smartphone, pasti sudah tidak asing lagi dengan layanan cloud milik Google, yakni Photos.

Saat ini, penyimpanan data menggunakan cloud dirasa lebih aman, karena biasanya perusahaan komputasi tak memberikan kesempatan kepada pihak luar untuk mengakses data yang tersimpan di cloud.

Tak hanya itu, media penyimpanan eksternal seperti memory card, hard drive, dan SSD (solid state drive) pun rentan rusak.

Selain menyawarkan penyimpanan secara gratis, Google juga menggunakan analisis gambar berbasis kecerdasan buatan (Artificial intelligence, AI) untuk mengatur foto dan video kamu, membuatnya lebih mudah dicari dan diedit.

Lalu, bagaimana jika kamu ingin mem-backup foto dan video ke layanan penyimpanan cloud Google, dan mengaksesnya dari beragam perangkat mobile?

Seperti dikutip Tekno Liputan6.com dari Digital Trends, Selasa (23/7/2019), berikut tips yang bisa kamu lakukan untuk menyimpan foto dan video ke Google Photos menggunakan perangkat iOS, Android, dan desktop.

1. Instal Aplikasi Google Photos

Untuk menggunakan Google Photo di iPhone atau smartphone Android, pastikan kamu sudah mengunduh aplikasi tersebut dari App Store atau Google Play Store.

Bagi kamu yang pakai Mac atau Windows, kamu harus terlebih dahulu men-setting aplikasi agar secara otomatis menyingkron gambar dan file lain dari komputer kamu ke aplikasi Photos.

Setelah dibuka, ikon Google Photos bakal muncul di menu bar paling atas browser. Kamu bisa mengontrolnya melalui Preferences.

 

2 dari 2 halaman

2. Akses Pengaturan Backup dan Sync di Mobile

Tampilan Google Photos di berbagai platform (sumber : BGR.com)

Buka aplikasi Google Photos di ponsel iOS dan Android, pilih Settings dari menu utama dan pilih Backup & Sync.

Di sini, kamu bisa mengaktifkan auto backup dan mengatur ukuran file unggahan. High Quality bakal menyimpan gambar dan vieo dalam jumlah tak terbatas hingga 16MP secara gratis.

Lebih dari 16MP bakal dikompresi di cloud, tetapi tidak di desktop atau perangkat kamu.

3. Pilih Backup via Paket Data atau Wi-Fi

Kamu dapat memilih untuk mengunggah konten melalui paket ata atau lewat Wi-Fi. Jika punya paket data yang tak terbatas, kamu tidak perlu khawatir kehabisan kuota.

Tetapi juga memiliki kuota data terbatas, ada baiknya untuk menonaktifkan pengaturan via seluler sehingga proses unggahan dilakukan via Wi-Fi.

Gimana, sangat mudah bukan? Selamat mencoba ya sobat Tekno.

(Ysl/Isk)

Loading
Artikel Selanjutnya
HMD Global Ungkap Jadwal Kehadiran Android 10 untuk Nokia
Artikel Selanjutnya
Google Tunda Penutupan Hangout bagi Pengguna G Suite