Sukses

Top 3 Tekno: Spesifikasi Samsung Galaxy A10 Bikin Penasaran

Liputan6.com, Jakarta - Smartphone Samsung paling terjangkau yaitu Galaxy A10 akhirnya resmi diluncurkan. Spesifikasi dari perangkat genggam ini pun bikin penasaran para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com.

Berita lain yang tak kalah menuai perhatian datang dari bos Huawei yang menyinggung desain smartphone layar lipat Samsung Galaxy Fold.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. Samsung Resmi Perkenalkan Galaxy A10, Berikut Spesifikasinya

Setelah memperkenalkan Galaxy A30 dan Galaxy A50, Samsung akhirnya memperkenalkan varian Galaxy A paling terjangkau, yakni Galaxy A10. Kehadiran tiga smartphone Galaxy A 2019 ini sendiri sudah dirumorkan sebelumnya.

Dikutip dari GSM Arena, Sabtu (2/3/2019), smartphone ini dipersenjatai Exynos 7884 dan RAM 2GB. Galaxy A10 memiliki layar HD+ berukuran 6,2 inci berdesain Infinity-V.

Mengingat smartphone ini menjadi varian paling rendah, Galaxy A10 dibekali RAM 2GB dan memori internal 32GB. Memiliki baterai berkapistas 3.400mAh, smartphone ini sudah menjalankan One UI berbasis Android 9 Pie.

Baca selengkapnya di sini 

2. Ups, Bos Huawei Sebut Galaxy Fold Tidak Bagus

CEO bisnis mobile Huawei, Richard Yu, menyinggung desain smartphone layar lipat pesaing Mate X yakni Galaxy Fold. Ia secara tidak langsung menyebut desain Galaxy Fold tidak bagus.

Dikutip dari Business Insider, Sabtu (2/3/2019), Yu mengatakan Huawei pada awalnya memiliki prototype smartphone lipat dengan desain mirip Galaxy Fold. Namun, pengembangannya dihentikan karena dinilai tidak bagus.

"Saya merasa memiliki dua layar, di bagian depan dan belakang, membuat smartphone terasa terlalu berat," ungkap Yu mengenai desain Galaxy Fold.

Baca selengkapnya di sini 

 

2 dari 2 halaman

3. Tik Tok Didenda Rp 80 Miliar Gara-Gara Kumpulkan Data Anak-Anak

Aplikasi berbagi video Tik Tok , setuju untuk membayar denda sebesar USD 5,7 juta atau setara Rp 80 miliar kepada Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat.

Tik Tok harus membayar denda tersebut, karena dituding telah mengumpulkan data dan informasi pribadi dari anak-anak di bawah 13 tahun secara ilegal.

Mengutip laman The Guardian, Sabtu (2/3/2019), aplikasi yang dimiliki oleh raksasa teknologi Tiongkok Bytendance ini mengakui tudingan tersebut dalam pernyataannya.

Baca selengkapnya di sini 

(Isk/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Top 3 Tekno: Kisah Dua Pendiri Grab Bawa Startup Jadi Decacorn
Artikel Selanjutnya
Top 3 Tekno: Momo Challenge yang Masih Gentayangan Tuai Perhatian