Sukses

OPINI: Pembobolan Data di Industri Penerbangan Kian Agresif

Liputan6.com, Jakarta - Ini merupakan tahun yang luar biasa untuk semua orang, dan juga untuk pembobolan data! Masih ada satu bulan lagi sebelum berganti tahun. Namun skala pembobolan data yang dilaporkan cukup mengejutkan.

Banyak perusahaan nampaknya masih terus bermain petak umpet untuk menjaga data mereka agar tetap aman. Tahun ini industri transportasi udara, khususnya, tumbuh pesat yang ditandai dengan meningkatnya jumlah pelancong.

Hal ini tentu memunculkan ketergantungan yang cukup besar terhadap teknologi yang saling berkaitan. Namun, seperti halnya industri lain yang sebagian besar bisnis mereka telah mengalami proses digitalisasi, industri penerbangan juga menghadapi beberapa ancaman seiring bertumbuhnya Internet of Things (IoT) dan aplikasi.

Bagian gelap dunia maya atau dikenal sebagai dark web menjadi saksi jual beli data-data penting, termasuk data yang berasal dari layanan transportasi udara. Pembobolan yang signifikan semakin sering terjadi.

Data yang dibobol tidak jarang melibatkan jutaan data pengguna, termasuk data kartu kredit dan juga KTP/paspor. Beberapa di antara serangan ini kian agresif seperti phishing yang terang-terangan serta upaya rekayasa sosial untuk mendapatkan akses langsung ke sistem dan pada akhirnya, ke data sensitif milik pelanggan.

Konsekuensi dari serangan semacam ini sudah bisa ditebak, dan jelas penyebabnya. Sebelum melakukan perjalanan menggunakan transportasi udara, penumpang diminta memberikan data pribadi yang penting seperti KTP/paspor dan kartu kredit. Dua informasi inilah yang paling banyak diburu oleh penjahat cyber.

Data-data ini bisa membantu peretas membuat identitas palsu di web dan menyamar sebagai orang lain. Akibatnya, pengguna web pun menjadi korban berbagai penipuan seperti pengambilalihan akun dan identitas palsu.

Semua serangan ini memiliki dampak jangka panjang. Meski pengguna menyadari pentingnya keamanan, masih banyak yang berusaha menggandakan kredensial di berbagai layanan online. Artinya begitu seseorang mendapatkan akses ke salah satu layanan setelah membobol data, mereka nantinya akan bisa melakukan hal sama ke akun dan layanan lainnya.

Di sisi lain dari berbagai konsekuensi ini, perusahaan yang dibobol juga masih harus menghadapi risiko biaya. Ini lebih dari sekadar membayar denda kepada regulator dan kompensasi kepada pelanggan.

Tiga dari lima eksekutif perusahaan di Asia Pasifik meyakini, pembobolan data memiliki dampak negatif jangka panjang terhadap kepercayaan pelanggan dan hasil bisnisnya. Selain itu, 54% pelanggan di Asia Pasifik menyatakan akan berhenti berurusan dengan perusahaan yang datanya dibobol.

Meskipun menjadi salah satu industri yang memiliki banyak regulasi karena harus berurusan dengan keselamatan para penumpang secara fisik, industri penerbangan masih memiliki ruang untuk berkembang dalam memastikan keamanan secara digital.

Data akan berpindah mengikuti uang dan menjadi mata uang yang diperdagangkan di industri ini. Langkah-langkah apa yang sekiranya bisa dilakukan industri penerbangan untuk mengurangi dampak pembobolan data?

Serangan canggih seperti yang sering digambarkan di film biasanya dilakukan lewat pintu belakang (backdoor). Namun faktanya, seringkali pembobolan data malah melalui pintu depan karena kelalaian dari dalam. Penyebabnya bisa karyawan yang melakukan kesalahan atau lalai, bisa pula karena ancaman jahat dari dalam yang memang hendak merusak.

Sangat penting bagi perusahaan untuk menjaga inventaris asetnya karena tak hanya membantu mengindetifikasikan seluruh informasi dalam sistem pemroses data, juga memeringkat setiap dokumen untuk menentukan seberapa besar perlindungan yang harus diterapkan.

Bagaimanapun, enkripsi menjadi hal yang murah jika dibandingkan dengan mahalnya harga yang harus dibayar akibat pembobolan data.

Sebaiknya, perhatian difokuskan pada pengembangan strategi yang termasuk diantaranya pendeteksian kuat dan memastikan inspeksi sistem secara teratur untuk memeriksa jika terjadi hal yang tidak biasa. Tak peduli seberapa besarnya sebuah perusahaan, semua rentan terhadap serangan cyber.

Oleh karena itu, penting sekali mengedukasi karyawan mengenai pembobolan data yang pernah terjadi serta cara-cara terbaik untuk membuat keamanan menjadi hal yang diprioritaskan. Dengan demikian, kita semua bisa tetap aman dan menutup tahun dengan gemilang!

**Penulis adalah Fetra Syahbana, Country Manager F5 Networks Indonesia

(Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Artikel Selanjutnya
OPINI: Gesit dalam Memenuhi Kebutuhan Konsumen di Era Digital
Artikel Selanjutnya
Operasi Daging Cincang, Hoax yang Mengubah Perang Dunia II di Eropa