Sukses

Asteroid Alien Kembali Masuk ke Tata Surya, Apa Berbahaya?

Liputan6.com, Jakarta - Belum lama ini, para ahli astronomi dibuat bingung dengan kemunculan asteroid antar bintang asing di Tata Surya. 

Batu angkasa raksasa itu merupakan asteroid alien kedua yang masuk ke Tata Surya.

Sebelumnya sebuah asteroid antarbintang berbentuk cerutu yang disebut Oumuamua, muncul pertama kali pada tahun lalu. Disebut dengan 2015 BZ509, asteroid antarbintang kedua ini memiliki keunikan tersendiri.

Menurut pengamatan ahli astronomi, asteroid antarbintang kedua ini berbagi orbit dengan Planet Jupiter.

Anehnya, asteroid mengorbit dalam gerakan mundur sambil mengitari Matahari bersama Planet Jupiter sejak tersedot ke Tata Surya.

Asteroid itu memiliki lebar 3,2 kilometer dan tersedot pada saat-saat pertama setelah sistem Tata Surya terbentuk 4,5 miliar tahun yang lalu.

Temuan asteroid antar bintang kedua ini telah diterbitkan dalam jurnal Royal Astronomical Society.

"Bagaimana asteroid itu bergerak dengan cara itu, ketika berbagi orbit dengan Planet Jupiter hingga kini masih menjadi misteri," kata Dr Fathi Namouni, penulis utama studi ini.

Menurut Namouni, jika 2015 BZ509 adalah asteroid asli Tata Surya, maka gerakan orbitnya seharusnya sama dengan semua planet dan asteroid dalam sistem kumpulan benda langit tersebut.

" Selain itu, asteroid ini seharusnya juga mewarisi awan gas dan debu yang membentuk kumpulan benda langit di Tata Surya," tambah Namouni.

Namouni menjelaskan, asteroid bisa melakukan imigrasi antarsistem bintang karena Matahari awalnya terbentuk dalam gugusan bintang yang sangat padat.

 Di mana setiap bintang dalam gugusan itu memiliki sistem planet dan asteroid sendiri-sendiri," ujar Dr Helena Morais, kolega Namouni dalam studi tersebut.

1 dari 3 halaman

Asteroid Oumuamua

Akhir Oktober 2017, astronom NASA menemukan objek yang diduga sebagai 'komet'. Benda asing tersebut memiliki posisi aneh saat terbang. Bahkan, NASA menyebut benda ini berasal dari Deep Space atau galaksi kuat yang tidak diketahui asalnya.

Kini, tepat hampir satu bulan, NASA akhirnya menangkap bentuk benda tersebut lebih dekat. Menurut penelitian, benda itu bukanlah komet, melainkan sebuah asteroid.

NASA menyebut asteroid asing ini dengan nama "Oumuamua" yang berasal dari bahasa Hawaii. Pasalnya, asteroid ditemukan lewat teleskop PanSTARRS1 yang berlokasi di Hawaii.

Karen Meech, astronom NASA yang bekerja di Institute for Astronomy Hawaii mengungkap foto Oumuamua yang ditangkap. Berbeda dengan asteroid lain yang pada umumnya berbentuk bulat dan padat, Oumuamua justru memiliki fisik lebih panjang dan berwarna merah tua.

"Panjangnya sekitar 1.312 kaki, atau 400 meter. Artinya, jika diukur ia bisa sepanjang gedung Empire State New York," ujar Meech sebagaimana dilansir Mashable, Selasa (21/11/2017).

 

2 dari 3 halaman

Berasal dari Vega

Menurut analisis NASA, secara spesifik, mungkin bisa saja komet ini 'melarikan diri' dari galaksi lain. Galaksi yang berbeda alam dengan manusia.

"Jika observasi berikutnya benar-benar memberikan konfirmasi asteroid ini memiliki sifat alami yang aneh, berarti ia benar-benar objek interstellar, asteroid yang berasal dari alam lain," tulis NASA dalam keterangan resminya.

Menurut NASA, asteroid ini mungkin berasal dari gugusan bintang Vega yang lokasinya sekitar 25 tahun cahaya dari Matahari.

Dalam kecepatannya, komet membutuhkan waktu sekitar 1,7 juta tahun untuk bisa berpindah dari Vega ke Matahari. Jika demikian, asteroid ini telah terbang begitu lama di ruang hampa udara selama 1,7 juta tahun. Ia bisa saja masuk ke galaksi Bima Sakti karena tertarik gravitasi Matahari yang begitu kuat.

"Gaya gravitasi Matahari yang begitu besar mampu menarik benda-benda kecil seperti planet kerdil, asteroid, hingga komet. Tapi ia berasal dari alam lain, galaksi lain. Mungkin karena ia bergerak sangat cepat, ia tertarik oleh gravitasi Matahari dan masuk ke dalam galaksi kita," pungkas NASA.

Reporter: Sugiono

Sumber: Dream.co.id

(Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

 

Artikel Selanjutnya
Pria Ini Klaim Jarak Bumi ke Bulan Sangat Dekat
Artikel Selanjutnya
Bulan di Planet Jupiter Berpotensi Jadi Tempat Tinggal Manusia?