Sukses

Instagramxiety, Kecemasan Berlebih Seseorang dengan Instagram

Liputan6.com, Jakarta - Penelitian terbaru menyebut Instagram sebagai salah satu media sosial terburuk, selain YouTube dan Twitter. Salah satu dampak negatif dari paparan Instagram ini adalah kecemasan.

Apabila Anda merasakan cemas saat membuka Instagram, ini merupakan pertanda Anda mengalami kecemasan Instagram yang disebut Instagramxiety.

Menurut informasi yang dilansir New York Post, Jumat (18/5/2018), kecemasan ini ada dan membuat orang merasa stres, cemburu, penuh kebencian pada diri sendiri, dan menurunnya suasana hati.

Berbagai foto blogger, olahraga, influencer perjalanan, hingga teman, keluarga, dan rekan kerja menimbulkan perasaan rendahnya harga diri.

Bahkan, dibutuhkan cukup satu gambar saja hingga membuat turunnya suasana hati.

"Kelihatannya tidak mungkin dengan mengunggah gambar makan malam, koktail, atau anak-anak bisa membuat Anda merasa sedih. Tapi saya serius, Instagram memengaruhi suasana hati saya setiap hari," tulis Jenny Stallard.

"Hanya satu gambar, satu unggahan, bisa membuat wajah saya tidak tersenyum dan mengerutkan dahi," dia menambahkan.

 

1 dari 2 halaman

Cara Menanggulangi

Agar kecemasan ini tidak terjadi, cobalah untuk berhenti mengikuti orang-orang yang unggahannya membuat Anda gelisah. Cobalah ikuti lebih banyak akun yang menimbulkan tawa.

Atau malah, jauhi media sosial jika hari Anda sudah begitu buruk. "Ini bukan berarti Anda harus berhenti melihat aplikasi tersebut. Namun, menjadi lebih selektif dalam melihat unggahan apa. Saya merasakan hal ini sejak berhenti mengikuti beberapa akun yang membuat saya merasa negatif (yang sering kali bukan kesalahan mereka sendiri)," Jenny menambahkan.

Juru bicara Yayasan Kesehatan Mental Britania Raya, Cal Strode, mengatakan, "Terlalu banyak membandingkan diri dengan orang lain dapat menimbulkan kecemasan dan bukan hal baru."

"Sebelumnya, kita hanya bisa melihat beberapa orang setiap saat. Hari ini, pengguna Instagram rata-rata bisa melihat kehidupan ratusan orang lain," tutur Strode.

Strode menambahkan, padahal penerimaan dan menghargai diri sendiri penting untuk kesehatan mental yang baik.

Reporter: Merdeka

Sumber: Merdeka.com

(Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Pakai Sandal Seharga Rp 40 Ribuan, PM Mahathir Mohamad Tuai Pujian
Artikel Selanjutnya
Begini Cara Berantas Komentar Bernada Perisakan di Instagram