Sukses

Smartfren: Kami Lirik Netflix, Tapi...

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu layanan mobile yang tengah dan akan menjadi tren di masa depan adalah video. Tak pelak, hal ini dimanfaatkan Smartfren untuk menjajaki kerja sama dengan berbagai penyedia konten video streaming, termasuk Netflix.

"Sebetulnya, kami jajaki beberapa ya (penyedia konten video streaming, red.), termasuk Netflix. Kerja sama seperti ini kesepakatannya butuh waktu 1,5 tahun," ujar Direktur Smartfren, Roberto Saputra, ditemui usai sesi di Selular Congress Award 2016, Rabu (25/5/2016).

Namun, pihak Smartfren enggan menjajaki kerja sama eksklusif karena customer base yang dimiliki Smartfren tidak sebesar operator lain. Artinya, sulit untuk mendongkrak traffic dengan skema ini.

"Kalau eksklusif, pasti ada minimum komitmen. Semisal, (layanannya, red.) tidak dipakai (pelanggan, red.), kami harus tetap bayar. Lagipula, Netflix penggunanya belum besar dan regulasi di sini masih abu-abu," tutur Roberto.

Menurut Roberto, kerja sama dengan penyedia konten memang dapat mendongkrak traffic di jaringannya. Ini adalah cara operator untuk memonetisasi jaringan.

Ia mencontohkan, operator di luar negeri menyediakan paket khusus layanan streaming tertentu dengan skema unlimited. Konsep ini dinilai lebih visible dan mudah dimonetisasi.

"Bagi kami, yang utama adalah memperkuat infrastruktur jaringan 4G dan memperbesar pengguna 4G. Kalau kami terlalu fokus ke konten, kami takut mereka kecewa dengan experience (layanan, red.) karena tidak stabil," kata Roberto.

(Cas/Why)