Sukses

Facebook Bantah Sensor Berita Kelompok Sayap Kanan

Liputan6.com, Jakarta - Facebook membantah tuduhan bias politik setelah mantan karyawan yang tidak diketahui identitasnya, mengklaim bahwa karyawan Facebook diberi tahu untuk menekan berita-berita dari kelompok sayap kanan.

Dikutip dari Telegraph, Rabu (11/5/2016), Tom Stocky, Head of Search di Facebook, yang bertanggung jawab atas bagian Trending Topics di jejaring sosial terbesar di dunia itu mengatakan, tidak ada bukti yang mendukung laporan situs teknologi Gizmodo bahwa Facebook mengabaikan pengaliran berita kelompok sayap kanan.

Kepada Gizmodo, kontraktor independen yang bekerja di tim Trending Topics menuturkan Trending Topics di Facebook dibuat dengan menggunakan algoritma tertentu, yang kemudian disaring untuk memasukkan portal kelompok sayap kanan Amerika Serikat ke dalam daftar hitam.

Dalam sebuah status di akun Facebook miliknya, Stocky membantah tuduhan itu dan berujar, "Kami sungguh-sungguh penasaran dengan laporan ini, namun tidak melihat adanya bukti atas tuduhan yang dilontarkan secara anonim itu."

Facebook, kata Stocky, adalah sebuah platform bagi orang-orang dan perspektif dari seluruh spektrum politik. Menurut Stocky, ada pedoman ketat di Facebook bagi tim peninjau untuk memastikan konsistensi dan netralitas.

"Pedoman ini tidak mengizinkan penekanan terhadap perspektif politik tertentu. Pedoman ini juga tidak mengizinkan prioritas satu perspektif di atas perspektif lainnya, atau satu portal di atas portal lainnya. Pedoman ini tidak melarang setiap portal muncul di Trending Topics," tutur Stocky menegaskan.

Facebook mengatakan bahwa Trending Topics muncul ke permukaan dan diurutkan sebagian besar berdasarkan pada algoritma yang menentukan cerita populer pada satu waktu, sehingga keterlibatan manusia cukup terbatas.

(Why)