Sukses

Pengertian

Hernia hiatus atau hernia hiatal terjadi ketika bagian lambung mencuat ke area dada melalui lubang diafragma (hiatus). Diafragma adalah lapisan otot yang tipis dan besar antara dada dan perut.

Hernia hiatus dapat menyerang semua kalangan, namun lebih sering terjadi pada orang yang berusia di atas 50 tahun, memiliki berat badan berlebih, dan wanita hamil. Hernia hiatus juga dapat menyerang bayi yang baru lahir karena kelainan bawaan. Meski demikian, hal ini cukup jarang terjadi.

Terdapat dua tipe hernia hiatus:

  • Sliding hernia hiatus (80% kasus) - hernia dapat naik dan turun pada area dada
  • Hernia hiatus paraesofageal - hernia berada di sisi esofagus (lebih berbahaya)

Penyakit ini jarang memberikan gejala. Namun, hernia hiatus biasanya menyebabkan masalah lain, yaitu gastroesophageal reflux disease (GERD). GERD muncul ketika asam lambung menyebar ke atas hingga ke kerongkongan atau esofagus. Hal ini dapat terjadi ketika hernia hiatus mencegah klep kerongkongan bagian bawah bekerja dengan baik. Sehingga, esofagus dapat teriritasi oleh asam lambung.

Beberapa komplikasi lainnya yang dapat timbul karena kebocoran asam lambung ke kerongkongan meliputi ulkus atau tukak, jaringan parut dan perubahan sel pada esofagus. Sehingga risiko kanker esofagus meningkat.

Penyebab

Penyebab dari hernia hiatus hingga saat ini masih belum diketahui. Hernia hiatus pada bayi yang baru lahir biasanya disebabkan oleh lambung atau diafragma yang belum berkembang sempurna. Sementara pada orang dewasa, kemungkinan disebabkan karena oleh kelemahan diafragma karena penuaan atau adanya tekanan pada perut.

 Hernia Hiatus

Diagnosis

Cukup sulit untuk menentukan diagnosis penyakit hernia hiatus hanya dari gejala dan pemeriksaan fisik. Umumnya dibutuhkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan penyakit ini. Misalnya lewat sinar X dengan barium dan endoskopi.

Penderita akan diminta untuk meminum cairan barium sebelum dilakukan prosedur sinar X. Cairan tersebut akan menunjukkan jika ada abnormalitas pada lambung Anda. Sedangkan endoskopi adalah prosedur di mana selang berkamera dimasukkan melalui mulut untuk menilai bagian sistem pencernaan.

Gejala  

Hernia hiatus tidak menimbulkan gejala. Gejala penyakit ini biasanya disebabkan karena GERD. Berikut beberapa gejala yang dapat timbul:

  • sensasi terbakar di dada
  • nyeri dada
  • rasa pahit pada mulut
  • sulit menelan (disfagia)

Pengobatan

Pengobatan hernia hiatus biasanya dilakukan untuk mengatasi gejala GERD. Berikut golongan obat-obatan yang dapat digunakan, yaitu: antasida, Proton-pump inhibitors (PPIs), H2-receptor antagonist (H2RA), dan alginates.

Perubahan gaya hidup juga dibutuhkan untuk mengurangi gejala, seperti:

  • small frequent feeding, makan dalam porsi kecil namun lebih sering
  • menghindari berbaring setelah makan minimal 3 jam
  • menghindari makanan atau minuman yang merangsang produksi asam lambung atau mengiritasi lambung –seperti alkohol, kafein, tomat, cokelat, makanan berminyak dan berlemak, serta makanan pedas dan asam
  • menaikkan sisi kepala kasur sekitar 20 cm, jangan hanya menambah bantal karena dapat menaikkan tekanan pada perut
  • menurunkan berat badan jika berat badan berlebih
  • berhenti merokok

Pembedahan mungkin adalah pilihan yang bisa dilakukan jika pengobatan lain tidak memberikan efek atau untuk pengobatan jangka panjang. Tipe hernia hiatus paraesofageal sering membutuhkan pembedahan karena dapat menyebabkan strangulasi (lambung terjepit sehingga jaringan dapat mati).