Sukses

Google Classroom adalah layanan web yang dikembangkan oleh Google untuk menjembatani pembelajaran secara daring.

Informasi Aplikasi

  • Nama AplikasiGoogle Classroom
  • Tanggal Rilis12 Agustus 2014
  • Sistem OperasiiOS, Android, Web Browser
  • JenisPendidikan

Tujuan Dibuatnya Google Classroom

Tujuan utama Google Classroom adalah untuk merampingkan proses berbagi file antara guru dan siswa.

Google Classroom menggabungkan Google Drive untuk pembuatan dan pengiriman penugasan, Google Docs, Sheets, dan Slides untuk penulisan, Gmail untuk komunikasi, dan Google Calendar untuk penjadwalan. Siswa dapat diundang untuk bergabung dengan kelas melalui kode pribadi, atau secara otomatis diimpor dari domain sekolah.

Setiap kelas membuat folder terpisah di Drive masing-masing pengguna, di mana siswa dapat mengirimkan pekerjaan untuk dinilai oleh guru. Aplikasi seluler, tersedia untuk perangkat iOS dan Android, memungkinkan pengguna mengambil foto dan melampirkan penugasan, berbagi file dari aplikasi lain, dan mengakses informasi secara offline. Guru dapat memantau kemajuan untuk setiap siswa, dan setelah dinilai, guru dapat kembali bekerja bersama dengan melalui komentar.

Sejarah Google Classroom

Google Classroom diumumkan pada 6 Mei 2014, dengan pratinjau tersedia untuk beberapa anggota program Google G Suite for Education. Aplikasi ini dirilis secara publik pada 12 Agustus 2014.

Pada 2015, Google mengumumkan API Kelas dan tombol berbagi untuk situs web, yang memungkinkan administrator sekolah dan pengembang untuk lebih terlibat dengan Google Kelas. Selain itu, di 2015, Google mengintegrasikan Google Kalender ke dalam Kelas untuk penugasan tenggat waktu, kunjungan lapangan, dan pembicara kelas.

Pada 2017, Google membuka kelas untuk memungkinkan pengguna Google pribadi untuk bergabung dengan kelas tanpa persyaratan memiliki akun Google Apps for Education, dan pada bulan April tahun yang sama, menjadi mungkin bagi setiap pengguna Google pribadi untuk membuat dan mengajar kelas.

Pada 2018, Google mengumumkan penyegaran ruang kelas, menambahkan bagian pekerjaan kelas, meningkatkan antarmuka penilaian, memungkinkan penggunaan kembali pekerjaan kelas dari kelas lain, dan menambahkan fitur bagi guru untuk mengatur konten berdasarkan topik.

Pada 2019, Google memperkenalkan 78 tema bergambar baru dan opsi untuk menarik dan melepaskan topik dan tugas di bagian pekerjaan kelas.

Dukungan Lebih bagi Pengguna Classroom

Dengan bertambahnya jumlah pengajar di seluruh dunia yang memakai Classroom, Google berupaya menjadikan penggunaan Classrom lebih mudah dan efisien dipakai dengan kehadiran fitur baru.

Pertama dengan menghadirkan Widget daftar tugas baru di halmaan Kelas, sehingga membantu siswa melihat tugas yang akan datang, yang terlewatkan dan telah dinilai.

Kemudian kedua, pelajar dapat membagikan link atau tautan kepada siswa agar mereka bisa bergabung ke kelas dengan lebih mudah.

Ketiga, Classroom akan segera tersedia dalam 10 bahasa tambahan baru, termasuk Indonesia. Sehingga total akan ada 54 bahasa.

Tak hanya itu, pengajar juga akan memberikan pengajar memeriksa keaslian tugas untuk mendeteksi kemungkinan plagiarisme dari sumber internet atau dari hasil pekerjaan siswa lain. Pengajar diberi kesempatan memeriksa keaslian lima kali per kelas.

Google juga memberi admin lebih banyak tools efektif untuk mengelola G Suite dan Classroom. Misalnya, pimpinan sekolah yang memiliki lisensi Enterprise akan memiliki visibilitas lebih besar mengenai penggunaan Classroom melalui dasbor Data Studio baru.

Di sini, admin bisa melihat kelas yang sedang aktif, mengukur penggunaan fitur, atau memantau tingkat terlibatan pengajar dan siswa.

Untuk mendukung pengajar dan admin, Google mempermudah sinkronisasi nilai Classroom dengan sistem informasi siswa yang dipakai sekolah.