Sukses

Selain di Bandung, 2 Kota Ini Juga Pernah Menolak Safari Politik Anies Baswedan

Liputan6.com, Jakarta Safari politik Anies Baswedan di Bandung pada Minggu 22 Januari diwarnai aksi demo sekelompok masyarakat. Mereka yang menamakan diri Gerakan Masyarakat dan Mahasiswa Bandung Lautan Api menilai Anies mencuri start kampanye Pilpres 2024.

Ini bukanlah yang pertama kali, Anies ditolak saat kunjungan ke daerah. Sebelumnya, dia juga mendapat penolakan saat melakukan safari politik ke Solo pada Minggu 25 Desember 2022.

Saat itu mantan Gubernur DKI Jakarta itu datang dalam rangka menghadiri pernikahan putri pertama dosen FEB Universitas Sebelas Maret (UNS), Lukman Hakim Hasan.

Akan tetapi, kedatangannya ke Solo disambut dengan aksi penolakan oleh sekelompok masyarakat. 

Sebelumnya, bakal capres yang diusung Nasdem ini juga pernah menuai penolakan saat kunjungan ke Aceh pada 3 Desember. Sekelompok warga melakukan demo di  Bundaran Lambaro, Aceh Besar.

Sebelumnya peserta aksi berencana mencoba menghadang rombongan Anies Baswedan yang tengah bergerak dari Bandara Sultan Iskandar Muda ke Masjid Raya Baiturrahman, pada Jumat (2/12/2022).

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Butuh Proses

Wakil Sekretaris Jenderal Partai NasDem Hermawi Taslim menilai sosialisasi Anies Baswedan sebagai salah satu capres pada Pilpres 2024 merupakan proses dialogis antar anak bangsa yang cukup majemuk.

Sehingga, ketika ada sejumlah penolakan di daerah pihaknya menanggapi sebagai sesuatu proses yang memang membutuhkan waktu.

“Kami anggap itu sebagai proses dialog yang masih membutuhkan waktu,” kata Hermawi, saat dikonfirmasi, dikutip Selasa (27/12/2022).

Sama halnya saat kasus penolakan terhadap safari politik Anies Baswedan di Aceh. Yang mana, aksi penolakan di Aceh hanya emosional sesaat karena menerima informasi yang tendensius. Dan pihaknya pun sudah memaafkan pelaku.

“Solo juga begitu, kalau ada sekelompok kecil masyarakat yang masih resisten. Yang nanti kita akan komunikasikan lagi,” ucapnya.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS