Sukses

Separuh Malaikat Beraksi di The Mortal Intruments: City of Bones

Film fantasi hasil adaptasi novel remaja memang tengah tiada henti membanjiri industri perfilman hollywood. Kali ini, mengangkat karya Cassandra Clare yang bertajuk 'The Mortal Instruments', sebuah film layar lebar berjudul 'The Mortal Intruments: City of Bones' dipastikan hadir untuk memuaskan rasa haus para penggemarnya.

Diketahui, sebelum diangkat menjadi film, keenam seri di novel Cassandra sendiri sebenarnya sudah sangat terkenal.

Terutama dengan statusnya sebagai salah satu novel anak-anak/remaja terlaris di Amerika Serikat.

Penasaran? Simak ringkasan ceritanya berikut ini.



Diilhami dari kisah-kisah supranatural yang tengah berjaya di masa ini, film The Mortal Instruments: City of Bones bercerita mengenai Clary Fray (Lily Collins), seorang remaja wanita biasa yang secara tidak sengaja bertemu dengan Jace Wayland (Jamie Campbell Bower), sosok laki-laki misterius yang ternyata merupakan mahluk setengah malaikat atau biasa disebut dengan Shadow Hunter.

Diceritakan, dalam setiap diri Shadow Hunter, semuanya memiliki tugas untuk menghabisi para Iblis yang mencoba mengambil alih bumi dari tangan para manusia. Hebatnya, meskipun tak memiliki kekuatan super, masing-masing dari mereka dipersenjatai alat magis yang berguna untuk membuat simbol-simbol rahasia yang berisikan mantra khusus.

Alhasil, saat beraksi menghadapi para mahluk kegelapan, rata-rata dari mereka pun bisa tampil bak seorang ninja yang biasa kita lihat di film-film laga.



Tak lama setelah pertemuan itu terjadi, Clary pun tiba-tiba dihadapkan pada sebuah konflik yang cukup pelik. Pasalnya, di hari yang sama, sang ibunda Jocelyn (Lena Headey) tiba-tiba diculik dan membawanya kepada sebuah tanda tanya besar di dalam asal usul keluarganya, termasuk dirinya yang ternyata juga bukan berasal dari jenis manusia biasa.

Akhirnya, guna menyibak rahasia besar yang selama ini tersimpan di dalam dirinya, Clary pun bergabung dengan pasukan Shadow Hunter dan berjuang untuk menyelamatkan ibunya dari tangan kegelapan.



Bila mengingat arah cerita yang memang ditujukan untuk remaja, tak banyak yang bisa kita harapkan dari film ini. Namun demikian, dibandingkan dengan film-film sejenis seperti 'Percy Jackson: Sea of Monsters' dan 'Beautiful Creatures', The Mortal Instruments: City of Bones bisa dibilang jauh lebih unggul, terutama di bagian pemilihan karakter serta jalan cerita yang lebih enjoyable.

Tak hanya itu, meskipun memiliki tingkat romance yang luar biasa tinggi, namun tak lantas kisahnya jadi mendayu-dayu bak 'The Twilight Saga' yang kerap membuat kita migrain saat menontonnya.

Sebagai gantinya, di film ini, semuanya akan jauh lebih menggelitik, sebuah nuansa yang sama saat ketika kita menyaksikan film 'Warm Bodies' karya Jonathan Levine.



Seperti diketahui, Film The Mortal Instruments: City of Bones dirilis di Amerika Serikat pada 21 Agustus 2013 lalu. Disutradarai Harald Zwart, film yang berdurasi sekitar 130 menit ini pun resmi menjadi franchise remaja baru di industri Hollywood.(Feb)

Baca juga:
Constantin Film Persiapkan Prekuel The Mortal Instruments
The Mortal Instruments: City of Bones Gagal Kuasai Pasar Amerika








* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS