Sukses

Film Mimpi Amira Mengisahkan Perjuangan Seorang Anak Menembus Industri K-Pop

Liputan6.com, Jakarta - Warganda Production bekerjasama dengan Gorila Pro meluncurkan film berjudul Mimpi Amira. Film ini berkisah tentang perjuangan seorang anak perempuan yang ingin membuktikan kemampuannya menembus industri Korean Pop (K-Pop).

Bobz Capulet, sutradara Mimpi Amira, mengatakan bahwa film ini terinspirasi dari bakat anak yang piawai menari dan berjoget. Kebetulan, kata dia, anak-anak dan remaja Indonesia saat ini tengah dilanda kegemaran mendengarkan musik K-Pop.

"Zamannya sekarang kan K-Pop, kenapa kita nggak bikin film memori dia (anak yang dikisahkan sebagai Amira) ketika nanti tumbuh dewasa akan masih punya kenangan," kata Bobz saat ditemui di studio bioskop Cinepolis, Pejaten Village, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

2 dari 5 halaman

Ingin Sukses di Korea

Film Mimpi Amira digarap oleh Warganda Production bekerja sama dengan Gorila Pro menceritakan kehidupan berdua antara kakek (Rahmat Warganda) dengan cucunya bernama Amira (Amira).

Sang kakek yang begitu sayang dan sangat perhatian terhadap cucunya, melihat ada yang berbeda saat Amira mengutarakan ingin pergi ke Korea Selatan mengejar mimpinya sebagai penggemar Kpop.

Meski ditolak keras oleh sang kakek, Amira terus berusaha menunjukan bakat menarinya untuk bisa mengikuti ajang lomba K-pop.

 

 

 

 

3 dari 5 halaman

Didaftarkan ke Festival Internasional

Tak hanya bisa dilihat di Indonesia, film Mimpi Amira juga bakal didaftarkan ke festival film internasional. Eksekutif Produser film Mimpi Amira, Aldila Warganda, tengah mempersiapkan proses pendaftaran film untuk segmen anak-anak dan remaja itu.

"Film yang tentunya mudah diterima terutama tentang dunia anak akan terus kita bikin. Dan rencananya, akan didaftarkan di festival internasional," dia mengungkapkan.

 

 

 

 

4 dari 5 halaman

Kreatif di Kala Pandemi

Aldila mengatakan, ia bersama tim rumah produksinya berniat untuk tetap menjalani syuting film seperti Mimpi Amira di masa pandemi. Setelah film ini dirilis, ia masih menargetkan membuat sejumlah film lain.

"Makanya kita akan tetap bela-belain untuk bikin film pendek dengan selalu menjaga kesehatan, misalnya prokes ditingkatkan terus kemudian juga kru-nya pada saat syutingnya kita tanggung jawab, yang paling utama adalah sektor kreatifitas kayak pembuatan film itu," dia menguraikan.

 

 

 

5 dari 5 halaman

Syuting saat Ramadhan

Mimpi Amira dibuat dengan waktu satu hari. Aldila menjelaskan, proses syuting dilakukan di Jakarta dan area bandara Soekarno-Hatta. Impian Amira untuk beken di Korea Selatan, menjadi ide kreatif film ini.

"Sebenarnya mimpinya Amira ini selain Kpop, dia mimpinya mau berangkat ke Korea Selatan. Hal inilah menarik disimak dalam film ini," dia memungkasi.