Sukses

Kisah Pilu Penyanyi Nissa Risky, Adiknya Meninggal Dunia di Gerobak Dorong saat Sakit

Liputan6.com, Jakarta - Pernah mendengar nama penyanyi Nissa Risky? di industri musik, namanya masih terbilang asing. Tapi untuk ukuran penyanyi jalanan, dara berambut panjang ini memiliki penggemar dan viral di media sosial.

Nissa Risky bisa ditemukan menyanyi di jalanan dengan gerobak dorong. Suara khasnya masuk ke pemukiman warga hingga ke tepi jalan raya. Dari situ, wajahnya bisa dengan mudah dihapal, begitu pula dengan suaranya yang mendayu.

Nissa Risky berkeinginan untuk menjadi penyanyi profesional. Tapi, ia tak percaya diri bisa mewujudkan mimpinya, hingga pertemuannya dengan label musik TA Pro & Music Publishing benar-benar mengantarnya menuju pintu gerbang industri musik Indonesia.

Bersama label rekaman tersebut, Nissa Risky sudah menelurkan dua lagu. Yang terbaru, baru saja diperkenalkan ke masyarakat pada 25 September 2020. Judul lagu terbaru Nissa Risky yakni "Bidadari".

 

 

 

 

 

2 dari 5 halaman

Dirilis di Hari Ulang Tahun

Nissa Risky meluncurkan lagu keduanya bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-18. Menurut dia, lagu tersebut sangat mewakili realita kehidupannya saat masih menjalani hari-hari sebagai pengamen gerobak dorong.

 

 

 

3 dari 5 halaman

Kisah Nyata

"Lagu ini sangat menyayat hati, mengisahkan tentang seseorang yang kehilangan saudaranya, yang meninggal dunia, karena sakit. Lagu ini benar-benar ungkapan kisah nyata," kata Tole Sutrisno, Direktur TA Pro & Music Publishing saat ditemui Janjian Kafe Ciawi, Jawa Barat, Jumat (25/9/2020).

 

 

 

 

4 dari 5 halaman

Adik Meninggal di Gerobak Dorong

Nissa Risky diketahui kehilangan adiknya yang sakit saat mengamen. Yang memprihatinkan, sang adik meninggal dunia di gerobak dorong yang dipergunakan Nissa Risky untuk mengamen. Kisah tersebut tak akan pernah dilupakan oleh Nissa Risky.

 

 

 

 

5 dari 5 halaman

Selalu Menangis

Perlu perjuangan keras bagi Nissa Risky untuk menyelesaikan rekaman lagu "Bidadari" ini. Setiap memulai take vocal, Nissa Risky tak kuasa menahan tangis. Bahkan, ketika pembuatan video klip, Nissa Risky harus beberapa kali ditenangkan agar mampu melanjutkan proses pengambilan gambar.

"Saya benar-benar sedih. Nggak kuat rasanya, kalau ingat kejadian, saat adik meninggal. Kami kan ngamen sekeluarga. Waktu itu kami pikir adik lagi tidur. Tapi pas dibangunkan nggak bangun-bangun. Nggak tahunya adik sudah meninggal," Nissa Risky bercerita sambil menahan tangis.