Sukses

Tak Membalas, Syekh Ali Jaber Malah Hentikan Jemaah yang Memukuli Pelaku Penikaman

Liputan6.com, Jakarta Syekh Ali Jaber mendapat 10 jahitan di tangan kanannya, setelah ditikam orang tak dikenal saat berdakwah di Bandar Lampung, Minggu (13/9/2020). Saat kejadian, kata Syekh Ali Jaber, ia bisa saja membalas pelaku penikaman yang saat itu dihakimi jemaah yang hadir.

Namun, semua itu tidak dilakukan lantaran segala sesuatu bila dibalas dengan hal yang sama akan berbuah tak baik. Dengan kondisi tangan terluka, Syekh Ali Jaber melerai jemaah yang memukuli pelaku.

"Saya tidak suka membalas dendam. Saya bilang setop, kasihan. Dia memang salah tapi bukan begitu caranya," beri tahu Syekh Ali Jaber saat menjadi bintang tamu di kanal YouTube Deddy Corbuzier yang diunggah Rabu (16/9/2020).

 

2 dari 5 halaman

Dia Tetap Manusia

Syekh Ali Jaber berpendapat, meski bersalah, pelaku penikaman yang diketahui bernama Alpin Andrian, juga manusia. Tak seharusnya diperlakukan tidak manusiawi.

Karenanya Syekh Ali Jaber meminta jemaah yang hadir tidak main hakim sendiri dan menyerahkannya ke pihak berwajib. "Saya bilang dia tetap manusia. Mohon diamankan dan dibawa ke aparat kepolisian," Syekh Ali Jaber mengenang.

3 dari 5 halaman

Allah Beri Ketenangan

Saat terjadi penikaman, Syekh Ali Jaber tidak panik atau resah. Ia malah merasa hatinya tenang. Pun Syekh Ali Jaber tidak mendendam pelaku.

"Saya jujur saja saat kejadian ini, rasa saya tenang, adem. Jadi enggak merasa gelisah dan trauma. Santai dan justru yang saya pikirkan dia (pelaku). Alhamdulillah Allah kasih ketenangan yang luar biasa saat itu," Syekh Ali Jaber menyambung.

 

4 dari 5 halaman

Ucap Syukur

Ucap syukur keluar dari mulut Syekh Ali Jaber meski nyawanya dalam bahaya. Baginya, apapun yang terjadi adalah bagian takdir yang sudah dituliskan Allah untuk manusia.

5 dari 5 halaman

Alhamdulillah dalam Musibah

"Saya sudah habis kejadian itu enggak pikir lagi. Ketika sedang dalam musibah saya tetap ucapkan alhamdulillah. Saya pikir itu takdir dari Allah yang saya harus terima," Syekh Ali Jaber mengakhiri.