Sukses

Sinopsis Sinetron SCTV Dari Jendela SMP: Kondisi Linda Memburuk, Episode Rabu, 29 Juli 2020

Liputan6.com, Jakarta Bagaimana keseruan Dari Jendela SMP episode ke-44 kali ini? Lili marah banget sama Santi. Sama Joko apa lagi. Lihat aja belangnya Joko ketahuan kan. Buktinya ia bisa akrab begitu sama Santi. Dasar nggak setia. Lili makin sebel aja sama Joko. Wulan Cuma diam saja. Lili puji puji Gino.

Sementara itu keseruan Dari Jendela SMP masih berlangsung. Gino antar Wulan di sini. Wulan benar benar cemas. Wulan tak sadar. Saat ia bersama dengan Gino itu mereka melewati Joko cs yang lagi jalan. Hanya Joko yang lihat itu. Joko sedih Wulan sama Gino.  Wulan juga lihat Joko.

Wulan tiba di sini di antar Gino. Wulan makasih. Dan bergegas masuk. Berpapasan sama Satria yang baru saja panggil dokter. Mereka masuk. Gino dicuekin. Ah ya sudahlah. Kan demi Wulan.

Dokter mengatakan kondisi Linda buruk. Ia harus bedrest. Lukman, Satria dan Wulan jadi tak enak hati. Wulan merasakan perutnya sakit. Wulan mati matan menahannya. Agar Lukman tak melihatnya. HP Wulan bunyi.

Ikuti keseruan Dari Jendela SMP sampai tuntas... 

 

 

 

2 dari 4 halaman

Lihat Situasinya

Gina ingatin Wulan untuk minum obat. Wulan kaget. Ia lupa. Gina ingatkan Wulan soal kondisinya. Ditambah lagi belum ada yang tahu. Wulan harus cerita sama keluarga. Wulan lihat situasinya.

Nilam lihat ke jendela. Heran lihat Joko duduk sendiri di teras. Nungguin Inah. Joko kenapa ya? Tanya Nilam. Indro jawab, semua lagi pusing sekarang. Soal Lili. Ringkar Indro jelasin yang terjadi di sekolah.

3 dari 4 halaman

Benar-benar Ikhlas

Prapto dekatin Joko. Joko jadi sungkan. Prapto sudah tau soal Lili dan Joko yang sekarang membuat masalah dalam hubungan pertemanan Joko dan Lili. Wulan jadi jauhin Joko gara-gara ini. Prapto kasih saran dengan bijak.

Inah dan Joko tiba disini. Irfan ternyata sudah menunggu. Joko langsung teringat kata kata Prapto. Joko langsung bicara sama Irfan. Sedih dan sambil nangis. Soal Lili. Joko benar-benar ikhlas.

4 dari 4 halaman

Joko Bayangkan

Inah panic mendengar Joko mengatakan itu. Menatap Irfan. Joko sedih. Nangis. Joko senang banget, punya Ayah. Namun Joko ngga nyangka Joko kehilangan lebih banyak lagi dari apa yang Joko bayangkan.

Lili nangis sedih sendiri di sini. Menatap foto ibunya. Ia berjanji sama foto ibunya, ia tak akan pernah biarkan wanita itu memiliki Irfan. Ia tak peduli apa pun yang terjadi. Ia ngga mau ibunya Joko bahagia dengan Irfan.