Sukses

Biaya Listrik Rumah Ashanty dan Anang Hermansyah per Bulan Capai Rp 50 Juta

Liputan6.com, Jakarta Ashanty dan Anang Hermansyah memiliki rumah yang sangat mewah di kawasaan Cinere, Depok, Jawa Barat. Dengan luas 2.400 meter persegi, di dalamnya rumah Ashanty dan Anang terdapat studio rekaman, kolam renang, dan fasilitas mewah lainnya.

Karena luas dan mewah, rumah Ashanty membutuhkan pasokan listrik yang besar pula. Bahkan Ashanty harus menyiapkan uang sebesar Rp 50 juta, khusus untuk biasa listrik rumahnya.

Hal itu diungkapkan Ashanty dalam video kolaborasinya dengan Atta Halilintar di YouTube chanelnya.

2 dari 5 halaman

Pengeluaran Ashanty per Bulan

Dalam sesi Q & A, Atta Halilintar awalnya menanyakan pengeluaran Ashanty dalam tiap bulannya.

"Dalam satu bulan berapa pengeluaran Bunda Ashanty? Di atas Rp 5 juta, di atas Rp 50 juta, di atas Rp 500 juta atau di atas semuanya?" tanya Atta Halilintar kepada Ashanty dan Anang.

3 dari 5 halaman

Jawaban Anang Hermansyah

Anang menyebut pengeluaran sang istri selama sebulan melewati angka Rp 50 juta.

"Di atas Rp 50 juta," ungkap Anang.

"Ih baiknya. Aku nulis Rp 5 juta," balas Ashanty.

4 dari 5 halaman

Biaya Pengeluaran Listrik Rp 50 Juta Perbulan

Anang menyebut ucapan Ashanty adalah pembohongan publik. Pasalnya, pengeluaran Ashanty lebih dari Rp 5 juta per bulannya.

Namun Ashanty juga menyanggah ucapan Anang dan mengatakan bahwa Rp 50 juta adalah biaya listrik rumahnya tiap bulan.

"Kalau itu pembohongan publik," kata Anang.

"Nah kalau itu (Rp 50 juta) lebih pembohongan publik lagi. Rp 50 juta itu bayar listrik doang," ungkap Ashanty.

"Lho bukan, kan ini pengeluaran kamu pribadi bukan termasuk rumah ini," ungkap Anang.

5 dari 5 halaman

Ashanty Enggan Sebut Nominal Pengeluarannya

Atta Hallilintar meminta kepastian dari Ashanty terkait apa yang disampaikan Anang. Namun Ashanty enggan menjawab nominal pengeluaran dirinya.

"Jadi yang bener siapa Bun?" tanya Atta kepada Ashanty.

"Dua duanya salah. Cuma aku engga mau nyebut berapa," ungkap Ashanty.

"Kan Rp 5 juta engga mungkin, Rp 50 juta salah ya, berarti nanti publik menggiring ke situ (Rp500 juta). Karena kan ada tiga pilihan," timpal Anang.

BERANI BERUBAH: Dodol Perekat Korban PHK