Sukses

Bom Gereja di Surabaya, Agnez Mo: Nggak Perlu Ada Benci-Benci

Liputan6.com, Jakarta - Ledakan bom gereja yang terjadi pada Minggu (13/5/2018) pagi di Surabaya, Jawa Timur, menyita perhatian bangsa Indonesia.

Peristiwa bom gereja di Surabaya juga disoroti oleh penyanyi Agnez Mo.

Agnez Mo sangat prihatin dan menyayangkan kasus ledakan bom gereja ini. Sebagai bangsa yang majemuk, sudah seharusnya rakyat Indonesia mengedepankan rasa toleransi.

"Semua ada dijari kalian, like or dislike, kalian tahu seberapa besar kekuatan jari kalian. Kamu harus menghargai perbedaan orang," kata Agnez Mo di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (13/5/2018).

 

2 dari 4 halaman

Hidup Damai

"Siapa sih di sini yang nggak pengin hidupnya santai, damai, enggak perlu ada benci-benci. Nggak perlu ada yang ngomongin it's so beautiful guys, it's so amazing," sambung Agnez Mo.

 

3 dari 4 halaman

Saling Menghargai

Pelantun "Coke Bottle" ini percaya bahwa dengan rasa saling menghargai, maka kehidupan berbangsa akan berjalan dengan damai.

"Nggak perlu ada orang yang harus hidup dalam ketakutan. Nggak perlu harus hidup dalam rasa pedih. The life so happy it's amazing," Agnez Mo menuturkan.

 

4 dari 4 halaman

Tiga Gereja

Ledakan bom terjadi di tiga Gereja, yaitu di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Arjuno, Gereja Kristen Indonesia Diponegoro, Gereja Katolik Santa Maria, di Jalan Ngagel. Belasan orang dikabarkan tewas.

Sementara, korban luka-luka yang dirawat di rumah sakit kini berjumlah 40 orang. Para korban mendapat perawatan di dua rumah sakit, yakni RS Bhayangkara dan RS Dokter Sutomo. Beberapa anggota Polri juga menjadi korban ledakan bom gereja.

Artikel Selanjutnya
Bomber Gereja Surabaya Rakit Bom dan Berlatih Panahan di Rumah
Artikel Selanjutnya
Polisi: Bom Gereja Surabaya Berkekuatan High Explosive