Sukses

Habib Rizieq Sewot, Dhani Kesal

PERSETERUAN dua kubu antara grup band Dewa dan Front Pembela Islam berbuntut panjang, bahkan kian sengit. Dukungan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur kepada Dewa membuat telinga Ketua FPI Habib Rizieq Shihab panas. Dia pun sewot. "Ane tidak peduli. Jangankan satu Gus Dur, seribu Gus Dur siapin, ane lawan. Ini persoalan akidah," tantang Rizieq. Rizieq menilai, Dewa telah melecehkan agama. "Jangan menjadikan tulisan Allah sebagai logo yang dibawa ke dunia entertainment yang penuh dengan maksiat," kata pria berjenggot itu. Apalagi, lanjut Rizieq, para personel Dewa di atas karpet bertuliskan Allah itu berjingkrak-jingkrak. "Ini suatu penghinaan," kata dia. Klaim FPI yang memiliki massa lima juta orang tersebar di 25 provinsi di Indonesia tidak main-main. Tapi nyali Dhani Ahmad belum juga surut. Didampingi pengacaranya Habib Umar Husein, Dewa menggelar konferensi pers di De Basic Resto, Melawai, Jakarta Selatan, Jumat (22/4). Di sana mereka justru menyerang balik. "Saya merasa sudah difitnah dan diberitakan bohong," kata Dhani. Bohong menurut suami dari Maya Estianty ini adalah soal tuduhan Dewa telah plagiat. Dhani mengakui mengambil nama Allah tanpa diketahui personel lainnya. Ia mengatakan, logo album terbaru Dewa, Laskar Cinta, itu sebelumnya telah dikonsultasikan bersama Didin Surajudin, ahli kaligrafi dan Ulil Absar Abdallah, penggagas Jaringan Islam Liberal. Di lain pihak, kejadian ini bagi Din Syamsuddin adalah ketidaksengajaan Dhani. Saya berkeyakinan itu (tindakan Dhani) adalah karena ketidaktahuan," kata Din. Ia menganggap logo itu adalah suatu karya seni atau ornamen. Sebaliknya, bagi Rizieq, sekali lagi Dewa sengaja berbuat dosa. Menurut ia, tak ada alasan bagi Dhani mengatakan perbuatannya itu tidak disengaja. "Ia sengaja," tegas dia. Sebab, pernyataan Dhani bahwa logo tersebut dimodifikasi menunjukkan bahwa Dhani sudah mengetahuinya. Rizieq tetap berkeinginan agar logo kaligrafi Lafdhul Jalalah (Allah) diganti.