Sukses

Kemurungan Meriam Bellina di Hari Kudus

NATAL bagi Meriam Bellina selalu berbuah kesedihan. Maklumlah setelah dua kali bercerai dari Ferry Angriawan (1991) dan Adi Soerya Abdy (2001), Meriam kini cenderung menutup diri. Kehangatan Yesus Kristus-lah teman hidupnya. "Saya nggak punya teman curhat (curahan hati-Red) selain berbicara dengan Tuhan," ucap Meriam yang masih terlihat segar di usianya ke-35. Kesedihan peraih Piala Vidia ini makin menjadi. Sebab, ibundanya Maria Theresia, tengah sakit parah di Kanada. "Sepi rasanya tanpa kehadiran mami," lanjut Meriam, termenung. Menurut dia, dokter memvonis hidup ibunya hanya tinggal 20 persen. Namun, kemungkinan tersebut tak mematahkan semangat untuk berdoa, karena Meriam yakin Tuhan tidak akan memberikan cobaan di luar kemampuan manusia. Untuk mengusir sepi, Meriam selalu menggelar open house. Tahun ini pun bersama adik lelaki dan anaknya Abel Poetra Abdy dan Nigel Philo Abdy, Meriam kembali mengadakan acara serupa. "I am alone, karena seluruh keluarga ada di Kanada," kata kelahiran Bandung, Jawa Barat, 10 April 1965. Meriam mengatakan, keberadaan adik bungsu dan anaknya yang selalu membangunkan semangat menghadapi segala cobaan. Termasuk melawan isu santer bahwa dirinya sedang anget-angetnya pacaran dengan seorang mantan pejabat. "Saya cuma ingin jadi good mother for my children," akunya berharap.