Sukses

Berburu Saham IPO, Sektor Saham Mana yang Prospek?

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah perusahaan tengah dalam proses penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Melansir laman e-ipo, setidaknya ada sembilan perusahaan yang tengah dalam proses book building.

Sembilan perusahaan itu antara lain, PT Aviana Sinar Abadi Tbk dan PT Pelita Teknologi Global Tbk yang bergerak di sektor teknologi. Kemudian PT Wijaya Cahaya Timber Tbk dan PT Hillcon Tbk yang bergerak di sektor basic material.

Di sektor saham industri pada PT Hoffmen Cleanindo Tbk dan PT Solusi Kemasan Digital Tbk. Lalu PT Haloni Jane Tbk yang bergerak di sektor healthcare, PT Vastland Indonesia Tbk yang bergerak di sektor properti dan real estat, serta PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara Tbk yang bergerak di sektor finansial.

Pengamat pasar modal yang juga founder Traderindo.com Wahyu Laksono mencermati, secara umum pasar saat ini sedang dalam mode wait and see. Di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai bergerak konsolidasi dan rentan koreksi saat wallstreet sedang rebound. Pada perdagangan hari ini, Rabu 25 Januari 2023, IHSG ditutup melemah 0,45 persen ke posisi 6.829,93.

Dari sudut pandang investor, Wahyu mengatakan, untuk perusahan yang sudah IPO saja diperlukan perhitungan yang matang dan kehati-hatian dalam menentukan investasi. Beberapa hal yang perlu diperhitungkan yakni terkait fundamental, valuasi, sektor, momentum, dan teknikal.

Sedangkan saham IPO sangat rentan koreksi, sehingga jika orientasi nya jangka pendek akan cenderung spekulatif .

"Dari sektor saham yang IPO, sektor finansial, industrial, basic material, dan health care sepertinya relatif lebih potensial dibandingkan dengan properti dan real estate serta teknologi,” kata Wahyu kepada Liputan6.com, Kamis, (26/1/2023).

Menurut dia, tren sektor tren sektor teknologi masih belum terlalu meyakinkan setelah mengalami keterpurukan pada 2022. Sedangkan properti dan real estate masih kurang kondusif di tengah tren kenaikan suku bunga.

"Bagaimana pun jika orientasi investasi hanya  jangka pendek Saham IPO cenderung rentan dan bisa berbau spekulatif saat ini. Jadi perlu diperhatikan dan diperhitungkan potensi koreksi jangka pendek pasca IPO,” imbuh dia.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Pertimbangkan Pemakaian Dana IPO dan Prospek Sektor Usaha

Equity Research Analyst PT Henan Putihrai Sekuritas, Jono Syafei mencermati beberapa perusahaan IPO, seperti PT Jasa Berdikari Logistics Tbk yang masa bok buildingnya telah selesai. Lalu PT Hillcon Tbk, dan PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara Tbk.

"Faktor utama tentu industri yang sedang favorable dan rencana penggunaan dana IPO untuk ekspansi bisnis,” kata Jono.

Dia menerangkan, PT Jasa Berdikari Logistics Tbk merupakan jasa angkutan logistik darat. Di mana sekitar 40-50 persen dari total pendapatan berasal dari MIDI. Dengan potensi pertumbuhan MIDI ke depannya yang terus ekspansi gerai Alfamidi & Lawson, LAJU akan dapat diuntungkan. Kemudian PT Hillcon Tbk yang merupakan kontraktor tambang nikel.

Di mana saat ini industri nikel memiliki prospek yang cerah terutama untuk kebutuhan terkait ekosistem kendaraan listrik. Lalu ada PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara Tbk yang merupakan bank daerah Sumatera Utara yang juga akan IPO untuk kebutuhan modal kerja untuk meningkatkan penyaluran kredit.

 

3 dari 4 halaman

OJK: 64 Perusahaan Antre Himpun Dana di Pasar Modal, Ada IPO Jumbo pada 2023

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan terdapat penawaran umum perdana saham (initial public offering/ IPO) bernilai lebih dari Rp1 triliun di bursa pada 2023.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi menuturkan, IPO di atas Rp1 triliun masih dalam proses dan ada di pipeline OJK. Kemungkinan, IPO tersebut masuknya tahun depan.

"Tidak hanya satu, masih dalam proses dan pipeline. Kapan akan masuknya, Insya Allah masuk pada tahun depan," kata Inarno dalam Konferensi Pers Akhir Tahun 2022, ditulis Jumat (30/12/2022).

Inarno menuturkan, rencana tersebut masih bergantung dengan calon emiten, kondisi pasar dan lainnya.

"Tentunya tergantung daripada emitennya juga, pasarnya juga dan tentunya masih banyak kemungkinan yang terjadi," kata dia.

Dia menyebutkan, terdapat 64 calon emiten yang berada di pipeline OJK pada 2023.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan, penggalangan dana di pasar modal sudah mencapai Rp 226,49 triliun hingga 30 November 2022. Saat ini juga masih ada pipeline sejumlah 91 perusahaan dengan nilai Rp 96,2 triliun. 

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi mengatakan, untuk penggalangan dana di pasar modal mencapai Rp 226 triliun hingga akhir November 2022.

"Untuk yang fundrise, saat ini kita sudah mencapai Rp 226 triliun sampai dengan 30 November 2022 dan saat ini pun itu masih ada pipeline sejumlah 91 perusahaan dengan nilai sampai saat ini Rp 96,2 triliun,” kata Inarno dalam RDK OJK, Selasa, 6 Desember 2022.

 

4 dari 4 halaman

OJK Optimistis pada 2023

Dengan demikian, OJK cukup optimistis pertumbuhan pada 2023. "Jadi kalau dikatakan bagaimana dengan 2023 kami masih cukup optimis growthnya cukup baik, karena dari pipeline 91. Saya rasa tidak bisa terakomodir semua pada 2022, dan akan di carry over pada 2023,” kata dia. 

Inarno juga mengatakan, target penggalangan dana pada tahun depan masih cukup optimistis mengingat pipeline masih ada 91 perusahaan. 

"Kami masih cukup optimis mengingat saat ini di pipeline juga masih ada 91 company dimana total amount nya sekitar Rp 96,2 triliun dan juga kami lihat di pipeline saat ini untuk IPO masih ada 57 company yang akan listing di pipeline, kemungkinan besar akan di carry over 2023,” kata dia.

Dia menambahkan, pada 2023, OJK optimistis menargetkan Rp 152,7 triliun terdiri dari EBUS Rp 109,47 triliun, lalu IPO Rp 22,1 triliun dan PUT Rp 21,5 triliun. 

"Jadi tentunya ini kita masih cukup optimis mengingat pipeline yang ada saat ini juga masih cukup banyak,” ujar dia. 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  • Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • Bursa Efek Indonesia atau BEI adalah salah satu tempat yang memperjualbelikan saham, obligasi, dan sebagainya di Indonesia.
    BEI
  • IPO
  • Sektor Saham
  • IHSG