Sukses

Wall Street Kembali Tersungkur Imbas Kekhawatiran Resesi

Liputan6.com, New York - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street kembali tersungkur pada perdagangan saham, Selasa, 6 Desember 2022. Hal ini seiring kekhawatiran resesi akan mengancam wall street.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks S&P 500 merosot 1,4 persen ke posisi 3.941,26. Indeks Nasdaq terpangkas 2 persen ke posisi 11.014,89. Indeks Dow Jones merosot 350,76 poin atau 1,03 persen ke posisi 33.596,34.

Saham menambah koreksi yang telah terjadi pada Senin, 5 Desember 2022. Indeks S&P 500 jatuh selama empat hari berturut-turut. Pergerakan perdagangan saham Selasa pekan ini membawa kerugian Dow Jones menjadi lebih dari 830 poin.

Saham media dan bank yang cenderung terpukul selama resesi memimpin koreksi. CEO Paramount Global memperingatkan pendapatan iklan kuartal IV yang lebih rendah membuat saham turun hampir 7 persen.

Saham Morgan Stanley merosot di tengah berita rencana memangkas dua persen tenaga kerjanya. Hal ini melanjutkan tren pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor tersebut. Saham-saham teknologi yang fokus pada pertumbuhan antara lain Nvidia, Amazon dan Meta Platforms juga membebani pasar.

“Pada dasarnya, kami melihat putaran lain PHK besar-besaran minggu ini dan itu hanya meningkatkan kemungkinan kami mengalami hard landing pada 2023 dan memasuki resesi yang lebih dalam dari yang diperkirakan semula,” ujar CEO 50 Park Investments, Adam Sarhan seperti dikutip dari CNBC, Rabu (7/12/2022).

CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon menggemakan, kekhawatiran akan penurunan ke depan selama wawancara dengan CNBC. Ia menuturkan, inflasi akan mendorong ekonomi ke dalam resesi. Inflasi dan dampaknya terhadap konsumen sangat mungkin menekan ekonomi dan menyebabkan resesi ringan dan keras yang dikhawatirkan orang.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Gerak Saham di Wall Street

Ia menuturkan, konsumen memiliki kelebihan penghematan USD 1,5 triliun dari program stimulus pandemi COVID-19 dan membelanjakan 10 persen lebih banyak dari pada 2021. “Inflasi mengikis semua yang baru saja saya katakana, dan USD 1,5 triliun itu akan habis sekitar pertengahan tahun depan,” ujar dia.

Dengan koreksi pada perdagangan Selasa, 6 Desember 2022, indeks S&P 500 sudah merosot 3,2 persen pada pekan ini. Indeks Nasdaq terpangkas 3,9 persen.

Sebagian besar pasar mengharapkan the Federal Reserve memperlambat laju kenaikannya menjadi 50 basis poin dalam pertemuan pekan depan. Namun, investor khawatir langkah mundur tidak akan cukup untuk menghentikan ekonomi memasuki resesi pada 2023.

Saham Boeing merosot 3,5 persen sehingga bebani indeks Dow Jones. Indeks Dow Jones turun hampir 500 poin selama sesi perdagangan. Saham Boeing tertekan seiring Textron memenangkan kontrak dari Pemerintah Amerika Serikat yang bernilai USD 70 miliar selama bertahun-tahun untuk membuat helicopter. Saham Textron naik 5 persen.

Saham Disney melemah 3,7 persen dan Goldman Sachs terpangkas 2,7 persen sehingga bebani indeks Dow Jones.

3 dari 4 halaman

Penutupan Wall Street pada 5 Desember 2022

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street anjlok pada perdagangan Senin, 5 Desember 2022 di tengah kekhawatiran bank sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) dapat terus memperketat kebijakan moneter hingga mendorong ekonomi masuk ke jurang resesi.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones anjlok 482,78 poin atau 1,4 persen ke posisi 33.947,10. Indeks S&P 500 merosot 1,79 persen ke posisi 3.998,84. Indeks Nasdaq tergelincir 1,93 persen ke posisi 11.239,94. Demikian mengutip laman CNBC, Selasa (6/12/2022).

Sementara itu, saham Tesla merosot sekitar 6,4 persen karena laporan pengurangan produksi di pabrik Shanghai.

Sementara saham teknologi antara lain Amazon dan Netflix masing-masing turun 3,3 persen dan 2,4 persen karena kekhawatiran pertumbuhan. Saham Salesforce anjlok hampir 7,4 persen saat mengumumkan CEO Slack yang tinggalkan perusahaan.

Sedangkan saham yang positif di indeks Dow Jones yaitu saham Boeing. Saham Boeing naik 1,4 persen seiring kesepakatan hampir dekat dengan United Airlines untuk pemesanan pesawat 787 Dreamliner.

Di sisi lain, saham kasino terkait Makau naik dengan harapan melonggarkan pembatasan COVID-19. Saham VF Corp turun 11,2 persen setelah perusahaan pakaian jadi memangkas prospeknya.

Adapun pembacaan layanan ISM November lebih panas dari perkiraan semakin memicu kekhawatiran bank sentral AS atau the Federal Reserve akan terus menaikkan suku bunga. Hal ini setelah indeks melampaui perkiraan Dow Jones dan meningkat dari Oktober 2022.

 

4 dari 4 halaman

Imbal Hasil Obligasi AS Meningkat

Imbal hasil obligasi AS terdorong lebih tinggi karena saham turun. Imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun naik hampir sembilan basis poin ke posisi 3,58 persen pada Senin malam, 5 Desember 2022.

“Jelas, pasar saham ingin bergerak lebih tinggi, tetapi itu sangat bergantung pada pengendalian inflasi. Jadi ketika memiliki di atas harapan pada angka ekonomi, itu cenderung memicu kekhawatiran inflasi yang membuat suku bunga lebih tinggi,” ujar Senior Vice President Investment Management and Research Commonwealth Financial Network, Peter Essele.

Seiring pidato ketua the Fed, Jerome Powell menuturkan, sebagian besar pasar berharap bank sentral akan menyetujui kenaikan suku bunga 50 basis poin. Itu akan menandai langkah suku bunga yang turun dari serangkaian kenaikan empat kali 75 basis poin.

Pada saat yang sama, Powell juga mengatakan, tingkat terminal atau titik di mana the Fed berhenti menaikkan, kemungkinan perlu sedikit lebih tinggi dari pada yang diindikasikan pada pertemuan September 2022. Ini dapat berarti suku bunga berakhir di atas 5 persen dari kisaran target saat ini 3,75 persen-4 persen.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS