Sukses

IHSG Bergerak di Zona Merah, Sektor Saham Energi Pimpin Penguatan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada awal sesi perdagangan Jumat, 7 Oktober 2022. Gerak IHSG ini mengikuti pergerakan bursa saham global yang lesu.

Mengutip data RTI, IHSG stagnan di posisi 7.076 pada pembukaan perdagangan. Pada pukul 09.33 WIB, IHSG melemah terbatas 0,20 persen ke posisi 7.062. Indeks LQ45 turun 0,35 persen ke posisi 1.007. Sebagian besar indeks acuan kompak tertekan.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 7.081,01 dan terendah 7.051,44. Sebanyak 248 saham melemah sehingga menekan IHSG. 194 saham menguat dan 186 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 287.090 kali dengan volume perdagangan 7,8 miliar saham. Nilai transaksi Rp 2,7 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 15.215.

Mayoritas sektor saham tertekan. Indeks sektor saham IDXinfrastruktur melemah 0,88 persen, dan pimpin koreksi. Diikuti indeks sektor saham IDXproperty susut 0,46 persen, indeks sektor saham IDXtransportasi tergelincir 0,45 persen, indeks sektor saham IDXsiklikal melemah 0,32 persen.

Selain itu, indeks sektor saham IDXfinance merosot 0,35 persen, indeks sektor saham IDXindustry terpangkas 0,20 persen dan indeks sektor saham IDXnonsiklikal susut 0,08 persen.

Sementara itu, indeks sektor saham IDXenergy melonjak 1,31 persen, dan pimpin penguatan, indeks sektor saham IDXhealth bertambah 0,31 persen, indeks sektor saham IDXtechno mendaki 0,14 persen dan indeks sektor saham IDXbasic menanjak 0,06 persen.

Bursa saham Asia sebagian besar melemah jelang akhir pekan ini. Indeks Hang Seng turun 0,93 persen, indeks Korea Selatan Kospi naik 0,11 persen, dan indeks Jepang Nikkei melemah 0,59 persen. Sementara itu, indeks saham Singapura naik 0,15 persen dan indeks Taiwan terpangkas 0,81 persen.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Review IHSG pada 6 Oktober 2022

Mengutip riset PT Ashmore Asset Management Indonesia, IHSG ditutup mendatar ke posisi 7.076 pada perdagangan Kamis, 6 Oktober 2022 dengan volume perdagangan tipis karena investor lebih memilih diam menunggu katalis lebih lanjut.

Saham-saham bank besar bervariasi. Saham BBNI naik 0,6 persen, saham BMRI bertambah 0,5 persen, BBCA turun 0,3 persen dan saham BBRI susut 0,7 persen.

Sementara itu, saham GOTO menguat 1,7 persen setelah investor lokal melakukan aksi beli saham. GOTO berkontribusi 28 persen di antara semua penurunan saham di IHSG pada September 2022.

Di sisi lain, sektor saham konsumsi ungguli pasar dengan demikian mencerminkan pandangan positif terhadap inflasi. Saham ICBP naik 2 persen, saham UNVR menanjak 1,4 persen.

Sementara itu, Ciputra Development dongkrak target prapenjualan 2022 sebesar 8 persen meski suku bunga meningkat. Peningkatan ini yang pertama dalam satu dekade untuk Ciputra.

3 dari 4 halaman

Top Gainers-Losers pada 7 Oktober 2022

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham FMII melonjak 10,62 persen

-Saham PNBS melonjak 10 persen

-Saham BUMI melonjak 9,2 persen

-Saham BEEF melonjak 8,62 persen

-Saham MGLV melonjak 7.91 persen

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham PCAR melemah 7 persen

-Saham PBRX melemah 6,86 persen

-Saham RAFI melemah 6,48 persen

-Saham SNLK melemah 6,39 persen

-Saham HDFA melemah 6,21 persen

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

-Saham BUMI senilai Rp 591,8 miliar

-Saham BBCA senilai Rp 169,9 miliar

-Saham BOGA senilai Rp 132,2 miliar

-Saham TLKM senilai Rp 119,6 miliar

-Saham ADMR senilai Rp 98,4 miliar

 

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

-Saham BUMI tercatat 30.660 kali

-Saham SQMI tercatat 15.221 kali

-Saham RAFI tercatat 12.777 kali

-Saham PNBS tercatat 10.066 kali

-Saham META tercatat 8.533 kali

 

4 dari 4 halaman

BNI Sekuritas Prediksi IHSG Rawan Aksi Ambil Untung pada 7 Oktober 2022

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mengalami kerawanan terhadap aksi ambil untung (profit taking) terbatas dan berada dalam pola konsolidasi pada perdagangan Jumat, 7 Oktober 2022. Secara teknikal, indikator menunjukkan Pola Double Top 7.135 & Closing di Atas 5-Day MA.

Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas Andri Zakarias Siregar mengatakan, IHSG berada  dalam trend Bearish selama di bawah 7.148. Sementara itu IHSG ditutup di atas 5 day MA (7.054). Indikator MACD netral, Stochastic rebound dari oversold, telah break pola bearish channel, candle shooting star. Selama di atas support 7.015, IHSG masih berpeluang rebound, dengan target 7.149 , 7.250.

"Level resistance pada perdagangan Jumat (7/10) berada di 7.094,7.135, 7.178, 7.256 dengan support 7.054, 7.010, 6.968, 6.925. Perkiraan range pada perdagangan hari ini di rentang 7.030 - 7.135,” tulis Andri dalam riset, Jumat (7/10).

Research Analyst BNI Sekuritas Maxi Liesyaputra mengatakan, pada perdagangan Kamis, 6 Oktober 2022 sebagian besar bursa regional Asia Pasifik mengalami penguatan. Nikkei dan Kospi misalnya, masing-masing menguat 0,70 persen dan 1,02 persen.

OPEC+ setuju untuk mengurangi produksi minyak sebanyak 2 juta barel per hari untuk menaikkan harga. Australia mencatat surplus neraca perdagangan sebesar AU$ 8,324 miliar, di bawah ekspektasi. Hari ini Indonesia akan mengumumkan posisi cadangan devisa untuk September 2022.

Dari Amerika Serikat (AS), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah signifikan 1,15 persen, begitu juga dengan S&P 500 yang turun 1,02 persen, sementara indeks Nasdaq terkoreksi 0,68 persen.

Investor menanti dirilisnya data ketenagakerjaan AS hari ini yang menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja pada September 2022. Hal ini dapat memberikan informasi lain kepada bank sentral mengenai kampanye kenaikan suku bunga.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.