Sukses

IHSG Berbalik Arah Menghijau, Sektor Saham Teknologi Pimpin Koreksi

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona hijau pada penutupan perdagangan sesi pertama, Rabu (28/9/2022). IHSG mampu menguat di tengah mayoritas sektor saham yang tertekan.

Mengutip data RTI, IHSG menguat tipis 0,26 persen ke posisi 7.130,95. Indeks LQ45 bertambah 0,49 persen ke posisi 1.021. Sebagian besar indeks acuan kompak menguat. Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 7.139,46 dan terendah 7.073,47.

Sebanyak 314 saham melemah sehingga menekan IHSG. 189 saham menguat. 175 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 711.933 kali dengan volume perdagangan 14,1 miliar saham. Nilai transaksi Rp 6,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 15.118.

Mayoritas sektor saham tertekan kecuali indeks sektor saham IDXnonsiklikal bertambah 0,48 persen, indeks sektor saham IDXfinance naik 0,40 persen dan indeks sektor saham IDXhealth menanjak 0,29 persen.

Sementara itu, indeks sektor saham IDXtechno merosot 1,05 persen, dan catat koreksi terbesar. Diikuti indeks sektor saham IDXtransportasi tergelincir 0,79 persen, indeks sektor saham IDXbasic susut 0,54 persen.

Selanjutnya indeks sektor saham IDXproperty merosot 0,53 persen, indeks sektor saham IDXindustry turun 0,41 persen, indeks sektor saham IDXenergy tergelincir 0,20 persen dan indeks sektor saham IDXsiklikal susut 0,18 persen.

Bursa saham Asia bervariasi pada perdagangan Rabu siang ini. Indeks Hang Seng turun 2,39 persen, indeks Korea Selatan Kospi susut 2,23 persen, indeks Jepang Nikkei tergelincir 1,5 persen. Lalu indeks Thailand susut 0,34 persen, indeks Shanghai merosot 0,84 persen, indeks Singapura merosot 1,11 persen dan indeks Taiwan tergelincir 2,61 persen.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Top Gainers-Losers 28 September 2022

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham SINI melambung 25 persen

-Saham NZIA melambung 24,44 persen

-Saham PCAR melambung 14,29 persen

-Saham KJEN melambung 14,29 persen

-Saham ASBI melambung 11,65 persen

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham AMMS turun 9,52 persen

-Saham KICI turun 6,96 persen

-Saham SIPD turun 6,95 persen

-Saham LINK turun 6,93 persen

-Saham SMDM turun 6,80 persen

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

-Saham BBRI senilai Rp 341,6 miliar

-Saham BBCA senilai Rp 336 miliar

-Saham BMRI senilai Rp 283,2 miliar

-Saham TLKM senilai Rp 246,1 miliar

-Saham BUMI senilai Rp 220,6 miliar

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

-Saham SMDM tercatat 22.192 kali

-Saham KJEN tercatat 20.197 kali

-Saham NICL tercatat 20.178 kali

-Saham AMMS tercatat 19.778 kali

-Saham AHAP tercatat 14.488 kali

 

 

3 dari 4 halaman

Penutupan Wall Street 27 September 2022

Sebelumnya, saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bervariasi pada perdagangan Selasa, 27 September 2022. Indeks S&P 500 anjlok ke wilayah bearish atau turun, setelah sentuh level terendah baru pada 2022. Di sisi lain, imbal hasil surat berharga AS atau obligasi bertenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam satu dekade.

Indeks S&P 500 merosot 0,21 persen ke posisi 3.647,29. Indeks Dow Jones tergelincir 125,82 poin atau 0,43 persen ke posisi 29.134,99. Indeks Nasdaq naik 0,25 persen ke posisi 10.829,50.

Indeks S&P 500 berada 24,3 persen di bawah rekor yang ditetapkan pada Januari 2022. Sedangkan indeks Dow Jones 21,2 persen ke bawah posisi tertinggi sepanjang masa. Indeks Nasdaq susut lebih dari 33 persen sejak mencapai rekor pada November 2022.

Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun melampaui 3,9 persen, dan terus menguat ke posisi 4 persen. “Fakta bahwa kami kehilangan level support di 3.900,3.800 dan tentu saja langsung menuju ke posisi terendah pada Juni memberitahukan lingkungan tidak banyak berubah selama enam minggu terakhir,” ujar Chief Market Strategist B.Riley Financial Art Hogan dikutip dari CNBC, Rabu (28/9/2022).

Hogan mengatakan, pihaknya khawatir kalau the Fed akan berlebihan dan mendorong ekonomi ke dalam resesi. Saham awalnya mendapatkan dorongan setelah Presiden Federal Reserve Chicago Charles Evans mengisyaratkan beberapa kekhawatiran tentang bank sentral menaikkan suku bunga terlalu cepat untuk melawan inflasi. Komentar Evans kontras dengan beberapa pejabat the Fed baru-baru ini yang menyatakan tidak ragu-ragu mendukung sikap keras bank sentral terhadap inflasi.

 

4 dari 4 halaman

Selanjutnya

Pergerakan itu terjadi setelah kerugian lima hari berturut-turut untuk saham dengan indeks S&P 500 ditutup ke level terendah sejak 2020.

Indeks Dow Jones turun lebih dari 300 poin pada Senin, 26 September 2022 menempatkannya di pasar bearish setelah jatuh lebih dari 20 persen di bawah rekor tertinggi. Rata-rata indeks saham acuan Dow Jones membukukan level penutupan terendah sejak akhir 2020.

Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun mendekati level kunci 4 persen. Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun mendekati 4 persen, level yang belum pernah disentuh sejak 2020. Pada perdagangan Selasa sore waktu setempat mencapai 3,96 persen. “Ini benar-benar mengesankan, dan saya hanya berpikir belum ada yang mau turun tangan dan menangkap “pisau yang jatuh”,” tutur Ben Jeffrey dari BMO.

Ia menambahkan, kurangnya likuiditas juga mendorong imbal hasil yang bergerak berlawanan dengan harga.

Di sisi lain, pasar mendapatkan dorongan dari saham teknologi sebelum praperdagangan karena lonjakan suku bunga yang mereda. Saham teknologi kapitalisasi besar memimoin lebih tinggi. Saham Apple naik 1,5 persen, Microsoft mendaki 1,2 persen, induk Google Alphabet bertambah 1,5 persen dan Amazon naik 1,9 persen. Selain itu, saham Nvidia menguat hampir 2 persen, Intel naik 2 persen, dan Broadcom bertambah 1,7 persen.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.