Sukses

IHSG Lesu Ikuti Bursa Global, Saham CRAB dan MEDS Melonjak

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah mengikuti bursa saham Asia dan wall street pada perdagangan Rabu (10/8/2022). Sebagian besar sektor saham yang melemah menekan IHSG.

Mengutip data RTI, pada pembukaan perdagangan, IHSG melemah 29 poin ke posisi 7.073,38.  Indeks LQ45 turun 0,66 persen ke posisi 1.002. Sebagian besar indeks acuan tertekan.  Pada Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.086 dan terendah 7.038,,30.

Sebanyak 201 saham menguat dan 227 saham melemah. 189 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 292.701 kali dengan volume perdagangan 7,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 2,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.861.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham tertekan. Indeks sektor saham IDXinfrastruktur melemah 0,86 persen dan catat koreksi terbesar.

Diikuti indeks sektor saham IDXfinance susut 0,43 persen, indeks sektor saham IDXsiklikal melemah 0,38 persen, indeks sektor saham IDXnonsiklikal turun 0,29 persen, indeks sektor saham IDXtransportasi melemah 0,23 persen.

Sementara itu, indeks sektor saham IDXenergy menguat 0,81 persen, dan catat penguatan terbesar. Diikuti indeks sektor saham IDXindustry menguat 0,24 persen, indeks sektor saham IDXtechno bertambah 0,15 persen dan indeks sektor saham IDXproperty menanjak 0,02 persen.

Mengutip riset PT Ashmore Asset Management Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melompat ke posisi 7.102 pada perdagangan Selasa, 9 Agustus 2022 ke posisi 7.102.

Penguatan IHSG didorong sektor bank dan energi. Saham BUMI melonjak 24 persen pada volume perdagangan yang besar dan mengejar kinerja saham batu bara lainnya. Sebelumnya saham BUMI menjadi penghambat terbesar di sektor batu bara.

Saham emiten nikel melanjutkan kenaikan pada hari kedua setelah pemerintah mengatakan Tesla telah mencapai kesepakatan senilai USD 5 miliar untuk mengamankan pasokan komoditas selama lima tahun ke depan.

Pada data ekonomi, perkiraan penjualan ritel Indonesia pada Juli 2022 naik 8,7 persen yoy, tetapi sedikit menurun 0,8 persen mom.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Top Gainers dan Losers

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham CRAB melonjak 34,67 persen

-Saham MEDS melonjak 34,40 persen

-Saham RAFI melonjak 11,92 persen

-Saham PTSP melonjak 11,82 persen

-Saham MPRO melonjak 10,34 persen

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham KLIN melemah 10 persen

-Saham IPAC melemah 9,82 persen

-Saham ESTA melemah 6,96 persen

-Saham UFOE melemah 6,71 persen

-Saham ARKO melemah 6,67 persen

 

Saham-saham yang masuk teraktif berdasarkan nilai antara lain:

-Saham BUMI senilai Rp 236,7 miliar

-Saham TLKM senilai Rp 147,3 miliar

-Saham BBRI senilai Rp 136,9 milair

-Saham CASA senilai Rp 127,5 miliar

-Saham BBCA senilai Rp 116,9 miliar

 

Saham-saham teraktif berdasarkan frekwensi antara lain:

-Saham BUMI tercatat 13.894 kali

-Saham TOOL tercatat 12.813 kali

-Saham RAFI tercatat 11.245 kali

-Saham PNBS tercatat 8.539 kali

-Saham KKES tercatat 7.729 kali

 

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 3 halaman

Bursa Saham Asia Tergelincir Rabu 10 Agustus 2022

Bursa saham Asia Pasifik jatuh pada awal perdagangan Rabu (10/8/2022) seiring investor menunggu data inflasi Amerika Serikat dan China.

Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 0,63 persen, sedangkan indeks Topix tergelincir 0,46 persen. Di Korea Selatan, indeks Kospi turun 0,54 persen dan Kosdaq turun 0,75 persen. Indeks S&P/ASX 200 Australia kehilangan 0,12 persen.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,22 persen. China akan merilis data inflasi pada Rabu. Indeks harga produsen untuk Juli diperkirakan naik 4,8 persen dari tahun lalu, menurut survei Reuters. Pada Juni, PPI meningkat sebesar 6,1 persen.

Indeks Harga konsumen diperkirakan meningkat 2,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama 2021. Kemudian pada Rabu, 10 Agustus 2022 waktu setempat, Amerika Serikat (AS) akan melaporkan data inflasi. Para ekonom memperkirakan, inflasi konsumen akan mencapai 8,7 persen, dibandingkan dengan 9,1 persen pada Juni, menurut Dow Jones.

Dalam berita perusahaan, Toyota Motor mengumumkan akan menangguhkan beberapa operasi produksi karena kasus positif COVID-19 di lokasi kerja. Cathay Pacific dan Honda Motor termasuk di antara perusahaan yang melaporkan pendapatan pada Rabu.

Semalam di Amerika Serikat, indeks Nasdaq Composite turun lebih dari 1 persen menjadi 12.493,93. Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 58,13 poin atau 0,18 persen menjadi 32.774,41, sedangkan S&P 500 turun 0,42 persen menjadi 4.122,47.

Indeks dolar Amerika Serikat berada di 106,342, bertahan di bawah level 106,5. Yen Jepang diperdagangkan pada 135,16 per dolar, tetap melemah sejak laporan penggajian AS yang kuat. Dolar Australia berada di 0,6953.

Harga minyak berjangka lebih rendah. Minyak mentah berjangka AS turun 0,15 persen pada USD 90,36 per barel, sementara minyak mentah Brent berada di sekitar datar pada USD 96,25 per barel.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS