Sukses

Melihat Prospek Sektor Saham Perawatan Kesehatan pada Semester II 2022

Liputan6.com, Jakarta - Indeks sektor saham perawatan kesehatan masih mencatat kinerja positif hingga awal Juli 2022. Lalu bagaimana prospeknya pada semester II 2022?

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (4/7/2022), indeks sektor saham perawatan kesehatan naik 5,14 persen secara year to date ke posisi 1.493,10 pada Senin, 4 Juli 2022.

Analis menilai prospek indeks sektor saham perawatan kesehatan pada semester II 2022 akan membaik.

"Prospeknya akan membaik seiring kasus COVID-19 yang turun justru meningkatkan kunjungan rumah sakit, karena selama pandemi masyarakat menunda berobat. Selain itu juga kesadaran masyarakat akan kesehatan meningkat,” kata Analis Jasa Utama Capital Sekuritas, Cheryl Tanuwijaya, saat dihubungi Liputan6.com, Senin, 4 Juli 2022.

Cheryl menambahkan, prospek sektor saham perawatan kesehatan di tengah ada sub variant baru dan terjadinya lonjakan kasus COVID-19 ada kemungkinan naik.

"Prospeknya ada kemungkinan naik, namun untuk jangka pendek terbatas karena fatalitas varian ini relatif rendah,” ungkapnya.

Untuk strategi saham, Cheryl merekomendasikan membeli saham antara lain PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) dan PT Medikaloka Hermina Tbk PT (HEAL).

"Buy MIKA, HEAL, target 5 persen,” kata Cheryl.

Sementara itu, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta menuturkan, indeks sektor saham perawatan kesehatan diniliai cukup uptrend.

"IDX HEALTH pada daily chart masih terlihat cukup uptrend,” ujar Nafan.

Mirae Asset Sekuritas memberikan rating netral untuk sektor perawatan kesehatan. 

"Ketika kasus COVID-19 mulai mereda, permintaan perawatan penyakit kronis mengalami tren yang cukup tinggi,” kata Nafan.

Sedangkan, untuk strategi saham Nafan memilih antara lain PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Medikaloka Hermina Tbk PT (HEAL) dan PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO).

"MIKA trading buy TP 3000, HEAL hold TO 1450, SILO hold TP 1150,” ujar dia.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Menerka Prospek Saham Penggerak IHSG pada Semester II 2022

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I 2022. IHSG naik 5,02 persen pada semester I 2022.

IHSG ditutup ke posisi 6.911,58 pada 30 Juni 2022. Sejumlah saham yang menjadi penggerak IHSG sepanjang paruh pertama 2022, antara lain; PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Astra International Tbk (ASII), PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT United Tractors Tbk (UNTR) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan, saham-saham tersebut masih berpotensi rebound pada sisa tahun ini. Namun, mencermati masih terjadi aksi jual yang masif di pasar, Ivan menilai perlu untuk  memperhatikan terlebih dahulu pergerakan pada Juli hingga Agustus.

“Wait and see saja dahulu untuk hari ini. Atau untuk trading buy masih bisa dengan target pendek,” kata Ivan kepada Liputan6.com, Senin (4/7/2022).

Sementara dari sektornya, Ivan menilai hampir seluruh sektor masih volatil di tengah sentimen inflasi yang terjadi pada Juni. Adapun sektor yang bisa dipertimbangkan saat ini adalah pertambangan yang dinilai cukup resilien di tengah sentimen inflasi dan kenaikan suku bunga.

“Umumnya masih dipengaruhi naiknya inflasi di bulan Juni. Jadi saat ini tekanan jual relatif merata. Mungkin pertambangan yang saat ini masih cenderung sudah mampu bertahan dari tekanan jual,” imbuh dia.

 

3 dari 4 halaman

Selanjutnya

Senada, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menilai sejumlah saham yang menjadi penggerak IHSG pada semester I 2022 masih berpotensi mencatatkan kinerja positif pada semester II 2022. Saham-saham tersebut antara lain GOTO, ASII, AMRT, BMRI, TPIA,  dan BBCA.

"Meskipun memang pasar penuh dengan tekanan akibat inflasi dan kenaikan tingkat suku bunga, kami melihat peluang tetap terbuka lebar, khususnya dari sisi saham saham consumer non cyclical, perbankan, industri,” beber Nico.

Meski begitu, terdapat catatan untuk saham GOTO. Nico menilai, GOTO kemungkinan akan mengalami tekanan akibat beban kenaikan tingkat suku bunga. Hal tersebut berpotensi menjadi penekan laju GOTO pada sisa akhir tahun ini.

“Namun secara kinerja valuasi, GOTO masih berpeluang mencatatkan kinerja yang positif,” sambung Nico.

Dari dalam negeri, sentimen positif yang akan mendukung laju IHSG pada paruh kedua tahun ini adalah pemulihan ekonomi yang berkelanjutan. Pada saat bersamaan, daya beli juga relatif terjaga sehingga berimbas pada membaiknya fundamental Indonesia.

4 dari 4 halaman

Penutupan IHSG 4 Juli 2022

Sebelumnya, gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona merah pada perdagangan Senin, 4 Juli 2022 Seluruh mayoritas sektor saham tertekan.

Pada penutupan perdagangan, IHSG merosot 2,28 persen ke posisi 6.639,17. Indeks LQ45 susut 2,48 persen ke posisi 950,15. Seluruh indeks acuan kompak tertekan. Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.784,41 dan terendah 6.559,63. Sebanyak 460 saham melemah sehingga menekan IHSG. 109 saham menguat dan 119 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.134.074 kali dengan volume perdagangan 19,2 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 12 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.932.

Seluruh sektor saham tertekan. Indeks sektor saham IDXtechno melemah 4 persen, dan catat koreksi terbesar. Diikuti indeks sektor saham IDXtransportasi melemah 3,57 persen, indeks sektor saham IDXnonsiklikal turun 2,66 persen, indeks sektor saham IDXfinance merosot 2,58 persen dan indeks sektor saham indeks IDXbasic turun 1,83 persen.