Sukses

Giliran Xiaomi yang Bersitegang dengan Pemerintah India, Ada Apa?

Liputan6.com, Jakarta - India menyita lebih dari USD 700 juta atau sekitar Rp 10,14 triliun (asumsi kurs Rp 14.491 per dolar AS) dari salah satu perusahaan teknologi terbesar China.

Hal itu menyusul ada tuduhan memindahkan uang ke luar negeri secara ilegal oleh perusahaan tersebut. Badan investigasi keuangan utama India menuduh anak perusahaan pembuat smartphone Xiaomi di India melanggar undang-undang valuta asing dengan melakukan pengiriman uang ilegal.

"Xiaomi India disebut bertindak atas instruksi perusahaan induknya, telah mengirimkan mata uang asing yang setara USD 726 juta kepada tiga entitas berbasis asing yang mencakup satu entitas grup Xiaomi dengan kedok royalti,” ungkap agensi tersebut dikutip dari CNN, Selasa (3/4/2022).

Xiaomi memulai operasinya di India pada 2014 dan mulai mengirimkan uang setahun kemudian. Pihak berwenang India kini telah menyita sejumlah dana yang setara dengan nominal tersebut yang ada di rekening bank perusahaan.

"Xiaomi India mendapatkan perangkat seluler yang sepenuhnya diproduksi dan produk lainnya dari pabrikan di India. Xiaomi India belum memanfaatkan layanan apa pun dari tiga entitas berbasis asing yang kepadanya jumlah tersebut telah ditransfer," tambah agensi tersebut.

Agensi itu juga menuduh perusahaan memberikan informasi yang menyesatkan kepada bank saat mengirimkan uang ke luar negeri. Xiaomi India, yang mendistribusikan smartphone bermerek Mi, mengatakan dalam sebuah pernyataan semua operasi perusahaan secara tegas mematuhi undang-undang dan peraturan setempat.

 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

India Keras terhadap Perusahaan China

Perusahaan yakin pembayaran royalti dan pernyataan yang dibuatnya ke bank, semuanya sah dan benar. Menurut perusahaan, pembayaran dilakukan untuk teknologi dan IP berlisensi yang digunakan dalam produk versi India.

India telah menjadi keras dengan perusahaan-perusahaan China sejak ketegangan perbatasan meningkat antara negara-negara terpadat di dunia dua tahun lalu. Pada 2020, India melarang lebih dari 200 aplikasi, di mana banyak di antaranya adalah perusahaan China, termasuk platform video TikTok yang sangat populer.

Awal tahun ini, India kembali melarang beberapa aplikasi milik perusahaan teknologi China seperti Tencent (TCEHY), Alibaba (BABA) dan NetEase (NTES).

3 dari 5 halaman

Xiaomi Bakal Luncurkan HP Android dengan Chipset Snapdragon 8 Gen 1 Plus

Sebelumnya, baru-baru ini, tersiar kabar Qualcomm sedang bersiap untuk meluncurkan chipset Snapdragon 8 Gen 1 Plus.

Disebutkan, perusahaan akan mengumumkan kehadiran seri upgrade Snapdragon 8 Gen 1 itu pada Mei 2022.

Walau belum diketahui kapan chipset baru milik Qualcomm itu diungkap, diperkirakan produsen sudah siap meluncurkan HP Android dengan Snapdragon 8 Gen 1 Plus ini.

Salah satu perusahaan yang diyakini lebih awal menggunakan Snapdragon 8 Gen 1 Plus ini adalah Xiaomi.

Kabar ini diungkap oleh reporter Xiaomiui, yang menemukan informasi tentang HP tersebut di source code MIUI.

Mengutip Xiaomiui via Gizchina, Minggu (1/5/2022), sebuah HP Android dengan nomor model "PlatformX475" muncul di berbagai aplikasi.

Berdasarkan bocoran yang beredar saat ini, Qualcomm menggunakan kode nama SM845 untuk penyebutan Snapdragon 8 Gen 1 Plus secara internal.

Diyakini, deretan HP Xiaomi yang akan menggunakan chipset baru milik Qualcomm tersebut, antara lain Xiaomi 12 Ultra, Mix Fold 2, 12S, 12SPro, dan 12T Pro/ Redmi K50S Pro.

Kemungkinan besar, Xiaomi 12 Ultra akan menjadi pilihan utama perusahaan untuk debut pertama chip Snapdragon 8 Gen 1 Plus itu.

Selain mengumumkan Snapdragon 8 Gen 1, Qualcomm disebutkan akan meluncurkan Snapdragon Gen 1.

Kabarnya, chipset milik Qualcomm ini akan tampil perdana di ponsel Oppo Reno8. Adapun informasi ini diungkap oleh leakster kenamaan, yakni Digital Chat Station (DCS).

4 dari 5 halaman

Qualcomm Kucurkan Rp 1,4 Triliun untuk Ekosistem Metaverse

Sebelumnya, Qualcomm mengumumkan akan mengucurkan dana bagi pengembang dan perusahaan yang membangun ekosistem metaverse, yang termasuk di dalamnya ada teknologi XR (extended reality), AR (augmented reality), dan kecerdasan buatan.

Mengutip informasi dari ZDNet, Selasa (22/3/2022), dana yang disiapkan melalui program Snapdragon Metaverse Fund ini mencapai USD 100 juta atau sekitar 1,4 triliun. Dana ini akan disalurkan melalui kombinasi investasi ventura di oleh Qualcomm Ventures dan hibah dari Qualcomm Technologies.

Pendanaan ini nantinya akan diberikan pada perusahaan XR terkemuka untuk mengembangkan pemanfaatan teknologi tersebut di berbagai bidang, seperti game, kesehatan dan kebugaran, media, hiburan, pendidikan, hingga keperluan bisnis.

Selain pendanaan, Qualcomm menuturkan, perusahaan yang masuk dalam program ini akan menerima akses awal ke sejumlah platform teknologi XR, mulai dari hardware, jaringan investor, termasuk kesempatan untuk melakukan pemasaran bersama dan promosi.

Pendaftaran untuk program Snapdragon Metaverse Fund ini akan dibuka pada Juni 2022. Presiden dan CEO Qualcomm, Cristiano Amon, berharap program ini dapat memberdayakan developer dan perusahaan untuk mendorong mereka mengembangkan teknologi generasi baru ini.

5 dari 5 halaman

Petinggi Xiaomi Kedapatan Pakai Redmi Note 12

Sebelumnya, Xiaomi tampaknya akan kembali memperkenalkan deretan smartphone baru mereka dalam waktu dekat ini.

Hal ini dketahui oleh postingan presiden Xiaomi Group China dan general manager Redmi, Lu Weibing, di akun media sosial Weibo miliknya.

Baru-baru ini, Lu Weibing memposting sebuah informasi tentang keunggulan Redmi K50 dari ponsel yang bertuliskan "Xiaomi phone".

Sontak, warganet pun langsung beraksi dengan menduga-duga smartphone apakah yang sedang dipakai oleh presiden Xiaomi tersebut.

Beberapa meyakini, "Xiaomi phone" adalah nama yang digunakan oleh perusahaan untuk ponsel seri Redmi Note 12.

Mengutip Gizchina, Rabu (13/4/2022), model Redmi Note 12 sudah mengantongi lisensi akses jaringan dengan nomor model 22041216UC dan 22041216C.

Berdasarkan informasi tersebut, setidaknya ada dua model Redmi Note 12 yang kemungkinan adalah Redmi Note 12 dan Redmi Note 12 Pro.

Sebelumnya, leaker Digital Chat Station mengklaim seri Redmi Note 12 akan hadir dengan prosesor MediaTek Dimensity 8000.

Selain itu , Redmi Note 12 series juga disebutkan bakal mengadopsi desain punch-hole di tengah layar. Sayang, masih belum diketahui apakah HP Redmi ini akan menggunakan panel OLED atau LCD.

Walau masih belum ada informasi yang lebih detail, Xiaomi dikabarkan bakal meluncurkan seri Redmi Note 12 dan Redmi Note 12 Pro pada Mei 2022.

  • Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • India ialah sebuah negara di Asia yang memiliki jumlah penduduk terbanyak kedua di dunia
    India ialah sebuah negara di Asia yang memiliki jumlah penduduk terbanyak kedua di dunia
    India
  • Negara dengan penduduk terbanyak di seluruh dunia. Negara ini telah berganti nama menjadi Republik Rakyat Tiongkok.
    Negara dengan penduduk terbanyak di seluruh dunia. Negara ini telah berganti nama menjadi Republik Rakyat Tiongkok.
    China
  • Xiaomi