Sukses

The Fed Segera Naikkan Suku Bunga, Wall Street Bervariasi

Liputan6.com, New York - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bervariasi pada perdagangan Rabu, 26 Januari 2022. Indeks Dow Jones turun dalam perdagangan yang bergejolak setelah ketua The Federal Reserve (the Fed) Jerome Powell menyarankan bank sentral memiliki banyak ruang menaikkan suku bunga sebelum akan membahayakan ekonomi.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones turun 129,64 poin atau 0,4 persen menjadi 34.168,09. Indeks Dow Jones naik lebih dari 500 poin pada satu titik, tetapi berbalik arah setelah ada hal terbaru dari bank sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed).

Indeks Nasdaq sedikit berubah dengan naik tipis ke posisi 13.542,12 didukung penguatan saham Microsoft setelah rilis laporan keuangan.

Wall street turun dari level tertinggi dan imbal hasil obligasi AS melonjak setelah Powell mengatakan, ada “sedikit ruang” untuk menaikkan suku bunga sebelum itu akan merugikan pasar tenaga kerja. Powell juga menuturkan, harga dapat terus naik karena “risiko inflasi masih mengarah ke atas”.

Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun naik di atas 1,8 persen setelah komentar Powell karena trader anggap bank sentral lebih agresif dalam memperketat kebijakan moneternya bahkan seiring pasar yang bergejolak selama Januari 2022.

"Setelah mendengar pernyataan ketua the Fed Powell menjadi jelas risiko kenaikan suku bunga lebih tinggi dan reli wall street sebelumnya gagal,” ujar Edward Moya dari Oanda dilansir dari CNBC, Kamis (27/1/2022).

The Fed memberi isyarat setelah pertemuan pada Januari 2022. Bank sentral AS beri isyarat kenaikan suku bunga 0,25 persen untuk pinjaman jangka pendek dapat segera dilakukan setelah Maret.

"Dengan inflasi jauh di atas dua persen dan pasar tenaga kerja yang kuat, komite mengharapkan akan segera tepat untuk menaikkan kisaran target suku bunga the Fed,” tulis pernyataan the Federal Open Market Committee.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Sesi Perdagangan Bak Roller Coaster

Pengumuman tersebut ditunggu pelaku pasar, dan dengan sentimen itu saham mempertahankan keuntungan setelah rilis FOMC. Namun, pasar saham mulai berbalik arah setelah Powell berikan pernyataan, dan melanjutkan pola volatilitas pekan ini di pasar.

The Fed juga mengindikasikan akan mulai mengurangi neraca setelah menaikkan suku bunga, pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut yang mungkin diharapkan oleh banyak trader akan segera dihentikan.

Sesi perdagangan pada Rabu bak roller coaster berturut-turut dalam tiga hari termasuk pemulihan lebih dari 1.000 poin untuk indeks Dow Jones pada awal pekan ini. Tiga indeks acuan melemah pada Januari 2022.

Indeks Nasdaq susut lebih dari 16 persen dari posisi tertinggi intraday. Pada Januari 2022, indeks Nasda susut 13 persen. Indeks S&P 500 turun lebih dari 8 persen pada 2022, dan hampir 10 persen dari level tertingginya.

3 dari 3 halaman

Gerak Saham di Wall Street

Sementara itu, investor mencerna laporan kuartalan yang kuat dari Microsoft dan hasil pendapatan lainnya. Saham Microsoft naik 2,9 persen setelah perseroan mengeluarkan panduan pendapatan kuartalan lebih baik dari perkiraan. Laporan itu mendorong indeks utama dan sektor teknologi pada awal sesi sebelum pernyataan terbaru the Fed.

“Konferensi Microsoft berjalan baik dan memicu pasar. Apakah reli saham bertahan akan memberi tahu kita banyak tentang teknologi,” kata Scott Redler dari T3Live.

Sementara itu, saham Boeing turun 4,9 persen setelah produsen pesawat itu melaporkan arus kas positif untuk pertama kali sejak 2019. Namun, butuh biaya sebelum pajak sebesar USD 3,5 miliar untuk program 787 Dreamliner-nya.