Sukses

Bursa Saham Asia Menguat di Tengah Sentimen Suku Bunga

Liputan6.com, Singapura - Bursa saham Asia Pasifik menguat pada perdagangan Selasa (18/1/2022). Hal ini seiring wall street libur pada awal pekan ini.

Di Australia, indeks ASX 200 menguat 0,36 persen. Namun, sektor saham keuangan susut 0,11 persen. Di Jepang,indeks Nikkei menguat 0,45 persen dan indeks Topix bertambah 0,43 persen. Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,12 persen dan Indeks Kosdaq menguat 0,94 persen.

Direktur National Australia Bank, Tapas Strickland menuturkan, suku bunga global terus naik di tengah harapan pengetanan kebijakan moneter bank sentral AS yang lebih cepat.

"Mengenai penetapan suku bunga bank sentral, pasar sekarang sepenuhnya melihat empat empat kali kenaikan suku bunga dari the Fed pada 2022. Waktu kenaikan suku bunga bank sentral Eropa telah dimajukan hingga September. Kecuali China dengan memangkas suku bunga 10 basis poin kemarin di tengah prospek pertumbuhan yang tidak pasti,” tulis dia dikutip dari CNBC, Selasa pekan ini.

Presiden China Xi Jinping memperingatkan terhadap kenaikan suku bunga yang cepat yang dapat gagalkan pemulihan global dari pandemi COVID-19.

"Jika ekonomi utama mengerem dan memutar balik kebijakan moneter mereka, akan ada dampak negatif yang serius,” ujar Xi.

"Mereka akan hadirkan tantangan bagi stabilitas ekonomi dan keuangan ekonomi global, dan negara-negara berkembang akan menanggung bebannya,” ujar dia.

Ia juga menyerukan kepada negara-negara untuk menjauh dari mentalitas perang dingin. Ia mengatakan, sejarah telah berulang kali menunjukkan konfrontasi hanya mengundang dampak bencana.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Indeks Dolar AS

Pada sesi sebelumnya, pasar Asia tidak bereaksi terhadap data resmi dari China yang menunjukkan ekonomi terbesar kedua di dunia ini tumbuh lebih cepat dari yang diperkirakan antara Oktober dan Desember.

Strickland menunjukkan prospek ekonomi China memiliki lebih banyak ketidakpastian dan kebijakan nol COVID-19 negara itu menyeret ekonomi dan menambah momentum yang hilang karena masalah di sektor properti itu.

Di pasar mata uang, indeks dolar AS diperdagangkan di kisaran 95,258 terhadap mata uang lainnya. Yen Jepang berada di posisi 114,48 per dolar AS. Harga minyak pada jam perdagangan di Asia naik 0,43 persen menjadi USD 84,18 per barel.