Sukses

Harga Bitcoin Stabil Usai Merosot 17 Persen

Liputan6.com, Jakarta - Harga bitcoin stabil pada perdagangan Minggu pagi waktu setempat, 5 Desember 2021 setelah perdagangan yang bergejolak membawa harga aset kripto turun lebih dari 17 persen dalam 24 jam.

Harga bitcoin diperdagangkan di USD 48.953 atau Rp 707,07 juta (asumsi kurs 14.443 per dolar AS) pada pukul 09.15 waktu setempat, Minggu, 5 Desember 2021, berdasarkan data dari CoinMetrics.

Harga kripto menuju USD 50.000 atau Rp 722,19 juta setelah bitcoin ke level terendah USD 43.000 atau Rp 621,08 juta. Sebelumnya bitcoin di kisaran USD 57.000 atau Rp 823,29 juta pada Jumat pekan lalu.

Penurunan tajam bitcoin ikuti aksi jual di bursa saham Amerika Serikat pada Jumat pekan lalu. Indeks acuan di wall street tertekan di tengah kekhawatiran tentang dampak varian Omicron bagi pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung.

Investor melepas saham dan memindahkan aset relatif aman. Sementara itu, imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun melemah. Indeks Nasdaq catat kinerja kurang baik seiring pukulan terhadap saham teknologi. Aksi jual tersebut juga berdampak ke aset kripto. Tanpa alasan mendasar mendorong penurunan tajam di aset kripto.

“Sepertinya seseorang kemungkinan terkena margin call dan demikian dipaksa untuk menjual,” ujar Equity Strategist Miller Tabak, Matta Maley dilansir dari CNBC, Minggu pekan ini.

Sementara itu, pasar bitcoin cenderung bergerak tipis pada akhir pekan sehingga menambah tekanan terhadap bitcoin. Namun, setelah koreksi yang terjadi pembali kembali masuk dan menjadi stabil.

Di sisi lain aksi jual yang terjadi pada perdagangan kripto dalam 48 jam terakhir menunjukkan penurunan bitcoin. Aset kripto memasuki wilayah tertekan pada 26 November, setelah turun ke level terendah dalam tujuh pekan senilai USD 54.000.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Harga Ether Naik

Maley menambahkan, bitcoin stabil pada perdagangan Minggu. Namun, aset kripto itu masih di bawah USD 50.000 atau Rp 722,19 juta. Sebelumnya level terendah pada Juli 2021. “Apakah itu kembali ke level tersebut dan minggu depan harus menjadi penting bagi bitcoin,” kata dia.

Bitcoin sekarang hampir 30 persen di bawah level tertinggi sepanjang masa mendekait USD 69.900. “Bitcoin berada di tanah tak bertuan sekarang dan itu tampaknya tidak akan berubah dalam waktu dekat,” ujar Analis Senior Oanda.

Ia menuturkan, harga bitcoin akan naik dalam jangka panjang. Namun, pelaku pasar tampaknya konsolidasi untuk harga bitcoin di antara USD 52.000-USD 60.000.

Aset kripto lainnya, ether naik 1,5 persen menjadi USD 4.176. Pada Sabut pekan lalu, aset kripto mencapai level terendah USD 3.500 setelah turun lebih dari 16 persen pada Jumat dan Sabtu pagi. Ether termasuk aset kripto terbesar kedua dunia.