Sukses

Wall Street Ditutup Mendatar di Akhir Pekan

Liputan6.com, New York - Wall Street berakhir datar pada penutupan perdagangan di akhir pekan ini, setelah laporan kuartalan Microsoft dan Alphabet menunjukan kinerja yang mengecewakan dan mendorong turun saham teknologi. Di sisi lain, lonjakan harga minyak ikut mengangkat saham energi.

Melansir laman Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,12 persen menjadi 18.003,75 poin. Sementara indeks S&P 500 ditutup flat di 2.091,58 poin. Indeks Nasdaq Composite turun 0,8 persen menjadi 4.906,23 poin, yang mencerminkan adanya aksi jual di saham teknologi.

Delapan dari 10 sektor besar pada indeks S&P naik, dengan kenaikan saham energi hingga 1,33 persen. Untuk minggu ini, indeks Dow naik 0,6 persen, S&P 500 naik 0,5 persen dan Nasdaq kehilangan 0,6 persen.

Penurunan indeks sektor energi S&P hingga 1,9 persen, merupakan penurunan terburuk sejak awal Februari. Di mana, saham Facebook turun 2,5 persen dan Intel jatuh 1,03 persen.


Sementara saham Microsoft yang turun 7,17 persen, menjadi kontribusi hambatan terbesar pada indeks S&P 500, dan Alphabet, induk Google kehilangan 5,41 persen karena investor kecewa dengan kedua perusahaan yang memperoleh keuntungan dan pendapatan di bawah perkiraan. Itu adalah hari terburuk bagi Alphabet sejak 2012.

Dibantu pelemahan dolar dan pemulihan harga minyak, indeks S&P 500 kembali pulih dari aksi jual tajam yang terjadi pada awal tahun ini dan mendekati rekor pada Mei.

Tercatat, harga  minyak mentah naik lebih dari 1 persen yang menjadi tanda-tanda penguatan konsumsi bensin di AS, penurunan produksi di seluruh dunia dan pemadaman ladang minyak.

Harga minyak bergerak berbaris dengan saham AS selama beberapa bulan dan beberapa investor mengharapkan keuntungan lebih pada minggu depan.

Sejauh ini, 77 persen laporan pendapatan kuartal pertama telah melebihi harapan. "Apa yang mendorong pasar sekarang adalah laba dan minyak," kata Thomas Wilson, Managing Director of Wealth Advisory di Brinker Capital.

"Jika hasil pendapatan di bawah ekspektasi yang di luar sana, dan Anda menggabungkan dengan kenaikan harga minyak, akan didapatkan hal sama yakni tren kenaikan di pasar pada minggu depan," tambah dia.

Sekitar 7,1 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di atas 6,8 miliar rata-rata harian selama 20 hari perdagangan terakhir, menurut data Thomson Reuters.(Nrm/Ndw)