Sukses

Minim Sentimen, IHSG Koreksi 19 Poin

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bervariasi dengan kecenderungan melemah pada perdagangan saham awal pekan ini.

Pada penutupan perdagangan saham, Senin (7/3/2016), IHSG merosot 19,30 poin atau 0,40 persen ke level 4.831,57. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,71 persen ke level 842,59. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Ada sebanyak 122 saham melemah sehingga membuat IHSG belum mampu menguat. Sedangkan 170 saham menguat sehingga mampu menahan pelemahan IHSG. 97 saham lainnya diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham pada hari ini cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 293.576 kali dengan nilai transaksi harian saham Rp 5,4 triliun.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham melemah kecuali sektor saham tambang  naik 4,13 persen, dan mencatatkan penguatan terbesar pada hari ini. Sektor saham perkebunan menguat 1,82 persen, sektor saham konstruksi naik 0,13 persen, dan sektor saham keuangan mendaki 0,50 persen.

Sementara itu, sektor saham barang konsumsi tergelincir 2,19 persen, dan mencatatkan penurunan terbesar, disusul sektor saham manufaktur melemah 1,68 persen.

Investor asing malah melakukan aksi beli bersih di tengah IHSG cenderung koreksi. Penjualan investor asing mencapai Rp 500 miliar. Sedangkan pemodal lokal melakukan aksi jual sekitar Rp 500 miliar.

Saham-saham tambang mencatatkan penguatan terbesar pada hari ini. Saham INDY naik 14,55 persen ke level Rp 189 per saham, disusul saham PTBA menguat 11,64 persen ke level Rp 6.475 per saham, dan saham INCO mendaki 8,99 persen ke level Rp 1.940 per saham.

Sedangkan saham-saham tertekan antara lain saham SIPD merosot 8,89 persen ke level Rp 820 per saham, saham TELE turun 7,05 persen ke level Rp 725 per saham dan saham HERO susut 6,82 persen.

Kepala Riset PT NH Korindo Securities, Reza Priyambada menuturkan IHSG cenderung merosot karena aksi ambil untung lantaran sudah menguat pada pekan lalu. Ia menilai belum ada sentimen yang signifikan mempengaruhi IHSG.

Selain itu, pergerakan nilai tukar rupiah cenderung menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS), Reza menilai lantaran dolar AS melemah seiring harga komoditas yang menguat.

Nilai tukar rupiah berada di posisi 13.050 per dolar AS. Bursa saham Asia cenderung variasi pada awal pekan ini. Indeks saham Hong Kong Hang Seng turun 0,08 persen ke level 20.159, diikuti indeks saham Jepang Nikkei turun 0,61 persen ke level 16.911,32, dan indeks saham Taiwan susut 0,48 persen ke level 2.823.

Sementara itu, indeks saham Korea Selatan Kospi menguat 0,11 persen ke level 1.957, indeks saham Shanghai naik 0,81 persen ke level 2.897,34.(Ahm/Ndw)

 

Saksikan Live Gerhana Matahari Total, Rabu 9 Maret 2016 di Liputan6.com, SCTV dan Indosiar Mulai Pukul 06.00 - 09.00 WIB. Klik di sini