Sukses

Pemodal Lokal Beli Saham, IHSG Naik 26 Poin

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu bertahan di zona hijau pada perdagangan saham awal pekan ini. Penguatan IHSG ditopang oleh bursa saham Asia yang positif dan data ekonomi.

Pada penutupan perdagangan saham, Senin (15/2/2016), IHSG naik 26,33 poin atau 0,56 persen ke level 4.740,72. Indeks saham LQ45 menguat 0,69 persen ke level 831,05. Seluruh indeks saham acuan kompak menghijau pada hari ini.

Ada sebanyak 164 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 119 saham melemah sehingga menahan penguatan IHSG. 73 saham lainnya diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham pada hari ini cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 230.965 kali dengan volume perdagangan saham 4,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 5,2 triliun.

Pada awal pekan ini, IHSG sempat sentuh level tertinggi 4.761,70 dan terendah 4.729,82. Investor lokal mencatatkan aksi beli bersih sekitar Rp 100 miliar. Sedangkan pemodal asing melakukan aksi jual. Nilai tukar rupiah cenderung menguat di kisaran 13.372 per dolar Amerika Serikat (AS).

Secara sektoral, sektor saham perkebunan naik 1,92 persen, dan mencatatkan penguatan terbesar pada hari ini. Sektor saham barang konsumsi dan konsrumsi masing-masing naik 1,16 persen. Sektor saham keuangan naik 0,58 persen. Sedangkan sektor saham industri dasar turun 0,51 persen dan sektor saham aneka industri tergelincir 0,67 persen.

Saham-saham yang mencatatkan penguatan dan sebagai penggerak indeks saham antara lain saham BWPT naik 11,8 persen ke level Rp 199 per saham, saham DSFI menguat 34,44 persen ke level Rp 121 per saham, dan saham TELE mendaki 11,11 persen ke level Rp 700 per saham.

Sedangkan saham-saham tertekan antara lain saham JSMR turun 6,48 persen ke level Rp 5.775 per saham, saham DAJK susut 4,23 persen ke level Rp 136 per saham, dan saham ARNA melemah 5,17 persen ke level Rp 550 per saham.

Kepala Riset PT Universal Broker Securities Satrio Utomo menuturkan pergerakan IHSG untuk menguat terbatas. Pelaku pasar dinilai masih ragu-ragu sehingga membuat IHSG belum naik signifikan.

"IHSG belum dapat sentuh level resistance. Investor asing juga masih melakukan aksi jual. Pelaku pasar khawatir akan aksi ambil untung," ujar Satrio.

Lebih lanjut ia mengatakan, bursa saham Asia juga cenderung menguat. Akan tetapi, penguatan bursa saham Asia lebih dipicu indeks saham yang turun signifikan pada pekan lalu. (Ahm/Igw)