Sukses

Bursa Saham Regional Seret IHSG Turun 54 Poin

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lesu pada perdagangan saham Rabu pekan ini seiring aksi jual pelaku pasar dan tekanan dari bursa saham regional.

Pada penutupan perdagangan saham, Rabu (10/9/2014), IHSG merosot 54,12 poin atau 1,04 persen menjadi 5.142,99. Indeks saham LQ45 turun 1,16 persen menjadi 873,43. Seluruh indeks saham acuan berada di zona merah pada hari ini.

IHSG cenderung tertekan sejak awal perdagangan saham yang turun tujuh poin menjadi 5.190,25. IHSG sempat berada di level tertinggi 5.190,25 dan terendah 5.129,73.

IHSG tertekan didorong dari 255 saham melemah. Sementara itu, hanya ada 72 saham menguat. Sedangkan 66 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 218.467 kali dengan volume perdagangan saham 5,52 miliar saham. Nilai transaksi harian saham mencapai Rp 5,24 triliun.

Secara sektoral, sepuluh sektor saham tertekan pada hari ini. Sektor saham perkebunan melemah 2,11 persen, sektor saham pertambangan turun 3,14 persen, dan sektor saham aneka industri merosot 1,98 persen.

Berdasarkan RTI, investor asing melakukan aksi jual bersih sekitar Rp 800 miliar. Sementara itu, pemodal lokal melakukan aksi beli bersih sekitar Rp 800 miliar.

Saham-saham yang tercatat sebagai top gainer dan menggerakkan pasar antara lain saham PT Bank Dinar Indonesia Tbk naik 8,85 persen menjadi Rp 246 per saham, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk menguat 4,98 persen menjadi Rp 422 per saham, dan saham PT Bank ICB Bumiputera Tbk naik 4,95 persen menjadi Rp 106 per saham.

Saham-saham berkapitalisasi besar cenderung tertekan pada hari ini. Saham PT Vale Indonesia Tbk melemah 7,16 persen menjadi Rp 4.150 per saham, saham PT PP London Sumatra Indonesia Tbk turun 4,31 persen menjadi Rp 1.775 per saham, dan saham PT Bukit Asam Tbk melemah 3,15 persen menjadi Rp 13.075 per saham.

Bursa saham Asia cenderung melemah pada hari ini. Indeks saham Jepang Nikkei naik 0,3 persen. Akan tetapi, indeks saham Hong Kong Hang Seng melemah 1,9 persen, indeks saham Shanghai turun 0,4 persen, indeks saham Australia melemah 0,6 persen, dan indeks saham Taiwan turun 0,8 persen.

Kepala Riset PT Universal Broker Securities, Satrio Utomo mengatakan, bursa saham regional cenderung tertekan berimbas negatif ke bursa saham Indonesia. Indikasi bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan memberikan kekhawatiran kepada pelaku pasar.

"IHSG berada di kisaran support 5.135-5.150. Kemungkinan indeks saham kembali turun seiring pelaku pasar merealisasikan keuntungan," kata Satrio, saat dihubungi Liputan6.com. (Ahm)

 

*Bagi Anda yang ingin mengikuti simulasi tes CPNS dengan sistem CAT online, Anda bisa mengaksesnya di Liputan6.com melalui simulasicat.liputan6.com. Selamat mencoba!