Sukses

Angkat Kekayaan Kuliner Nusantara, 300 Peserta Berkompetisi Ikuti 'Belantara Challenge'

Angkat kekhasan kuliner dan masakan Nusantara dari berbagai daerah, Barco mengadakan kompetisi memasak Belantara Challenge di Tangerang.

Liputan6.com, Jakarta - Angkat kekhasan kuliner dan masakan Nusantara dari berbagai daerah, Barco mengadakan kompetisi memasak Belantara Challenge di Tangerang. Diikuti oleh lebih dari 300 peserta, kompetisi ini dinilai bisa meningkatkan perekonomian dan wisata kuliner di Indonesia.

Salah satu produsen minyak goreng dengan bahan kelapa, Barco, turut membantu meningkatkan promosi makanan nusantara. Mereka, mendatangkan sebanyak 300 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Perwakilan Pimpinan Barco, Heni Yuliana mengatakan, Belantara memiliki arti belajar masakan nusantara, yang mana pihaknya memang mengajak masyarakat terutama, milenial dan gen Z untuk mengetahui dan mengeksplorasi kekayaan makanan atau kuliner nusantara.

"Di sini, kami mengajak milenial dan gen Z untuk ikut Belantara Challenge. Awalnya kami terima ada 300 peserta, hingga yang masuk ke babak penentuan itu ada 10 peserta. Mereka ini diminta untuk memasak makanan nusantara yang khas dari setiap daerah di Indonesia, tentunya menggunakan minyak yang kami produksi," katanya, Jumat, 21 Juni 2024.

Dalam kompetisi ini juga, pihaknya memperkenalkan penggunaan minyak kelapa sebagai bahan untuk memasak makanan nusantara, sehingga memberikan dampak positif.

"Kami juga perkenalkan minyak kelapa yang diproduksi yang mana mempengaruhi dari rasa masakan," ujarnya.

Sementara itu, salah satu juri, Chef Yongki Gunawan mengatakan, dalam penilaian tersebut, rasa menjadi hal yang utama untuk masakan nusantara.

"Pada kompetisi ini ada beberapa kriteria penilaian, yakni rasanya tepat dengan yang masakan asli daerah itu, lalu soal asin manisnya tepat apa enggak. Kemudian, ketepatan masak dan yang terakhir penampilan yang harus khas nusantara. Karena sekarang banyak masakan nusantara yang tampilannya gaya barat, itu enggak boleh. Jadi, sebagai promosi masakan nusantara, tentu harus seperti daerah aslinya," ungkapnya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini