Sukses

KPU Kota Bandung Butuh 6.988 Petugas Pantarlih Pilkada 2024, Buruan Daftar

Para petugas nantinya akan diterjunkan ke lapangan untuk mendatangi rumah ke rumah, mencocokan data pemilih.

Liputan6.com, Bandung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung diaku tengah membutuhkan ribuan orang untuk menjadi petugas pantarlih atau pemutakhiran data pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024. Mereka akan diminta untuk mengunjungi rumah ke rumah, door to door, mencocokan data pemilih.

Hal itu disampaikan oleh Ketua KPU Kota Bandung, Wenti Prihadianti, saat menjadi menjadi narasumber pada acara Bandung Menjawab yang diselenggarakan Pemerintah Kota Bandung di Balai Kota, Kamis 13 Juni 2024.

Wenti mengatakan, KPU membutuhkan tenaga sebanyak 6.988 petugas. Saat ini, KPU telah membuka pendaftaran bagi yang berminat terhitung dari 13-19 Juni 2024.

Nantinya, para calon Pantarlih akan diseleksi oleh PPS. Pantarlih terpilih akan dilantik pada 24 Juni 2024 mendatang dengan masa kerja selama sebulan.

"Hari ini kami masuk ke tahapan pembentukan Pantralih. Pendaftaran ini akan dilaksanakan 13-19 Juni," kata dia.

Syarat umum bagi masyarakat yang akan mendaftar pantarlih, berusia 17 tahun ke atas, minimal lulusan SMA atau sederajat. Calon petugas juga dituntut menguasai wilayah.

Pasalnya, sambung Wenti, para petugas nantinya akan diterjunkan ke lapangan untuk mendatangi rumah ke rumah, mencocokan data pemilih.

"Mereka tugasnya pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih," ujarnya.

Selain hasil akan disandingkan dengan data RT dan RW, maka coklitnya pun harus door to door. KPU pun dapat memonitor proses kerjanya dengan berkoordinasi bersama PPS.

"Jadi nanti mereka akan berkoordinasi dengan RT, RW dan PPS agar datanya akurat," katanya.

Diketahui, berdasarkan hasil pemetaan KPU, terdapat sebanyak 3.576 TPS di Kota Bandung pada Pilkada 2024. Jumlah ini turun dari jumlah pada saat Pemilu 2024 yang mencapai 7.424 TPS.

Menurutnya, terdapat 176 TPS berisi lebih dari 400 pemilih, sehingga membutuhkan dua orang petugas Pantarlih.

 

Simak Video Pilihan Ini:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.