Sukses

Akal-akalan ABG Putus Sekolah Tipu Warga Balikpapan Lewat COD Fiktif

Liputan6.com, Balikpapan - Viralnya di sejumlah media sosial (medsos) di Balikpapan terkait kasus Cash on Delivery (COD) fiktif dan penggelapan sepeda motor membuat pihak kepolisian dengan cepat melakukan penyelidikan.

Dari hasil penyelidikan polisi mengamankan seorang anak di bawah umur berinisial APT (16), yang melakukan aksi penipuan bermodus COD tersebut dan penggelapan sepeda motor.

APT sendiri diamankan di rumahnya di kawasan Sepaku Laut, Balikpapan Barat oleh tim gabungan Reskrim Polsek Balikpapan Barat dan Tim Beruang Hitam Polresta Balikpapan.

2 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Ini:

3 dari 4 halaman

Penyidikan Polresta Balikpapan

Kasat Reskrim Polresta Balikpapan Kompol Rengga Puspo Saputro mengatakan, saat ini Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) tersebut kini tengah menjalani serangkaian pemeriksaan Kepolisian. Namun demikian, dipastikan pelaku akan menjalani diversi, lantaran usianya masih 16 tahun 10 bulan.

"APT masih di bawah umur atau Anak Berhadapan Hukum (ABH), maka akan dilakukan langkah diversi (upaya penyelesaian proses hukum di luar persidangan)," terang Kompol Rengga, pada Selasa (23/11/2021) siang.

Di media sosial, APT viral dengan sebutan Si Jamper Merah. Sebelumnya, dia melakukan aksi penggelapan sepeda motor milik salah satu juru parkir (jukir) di sebuah apotek di kawasan Jalan Ahmad Yani Balikpapan Tengah. Selain itu, ABH juga beberapa kali melakukan COD fiktif.

4 dari 4 halaman

Anak Putus Sekolah

"Pelaku yakni APT (16) warga Sepaku Laut, Kelurahan Margasari, Kecamatan Balikpapan Barat merupakan anak putus sekolah dan pendidikan terakhir SD," bebernya.

Saat dilakukan penangkapan, petugas juga mengamankan satu unit sepeda motor jenis Honda Beat berwarna biru putih. Ya, kendaraan tersebut merupakan hasil penggelapan dari seorang jukir bernama Rizky Ramadan di Apotek Vita Farma Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Mekar Sari, Balikpapan Tengah pada Rabu (17/11/2021) sekitar pukul 16.00 Wita.

"Korban penggelapan sudah melapor dan kami proses, tapi untuk yang COD belum dapat laporan jadi masih kami dalami lagi," dia memungkasi.