Sukses

Curhat Para Penulis Buku Pelajaran Tiga Serangkai

Liputan6.com, Solo- Para penulis buku PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri Solo ramai-ramai curhat soal proses penerbit buku pelajaran sekolah yang sempat jadi sorotan. Para penulis melontarkan hal-hal yang dialami selama proses penerbitan buku pelajaran Tiga Serangkai Solo.

"Aturannya ketat dan jelas," ujar Prof Djatmika, penulis buku mata pelajaran bahasa Inggris SD dan SMP, Rabu (7/4/2021).

Setiap penulis Tiga Serangkai wajib mengikuti seluruh ketentuan penulisan buku yang telah ditetapkan oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Materi-materi yang dilarang juga sudah jelas, seperti, menyinggung SARA atau individu tertentu.

"Kalau ada materi seperti itu pasti tidak lolos editing," ucapnya.

Menurut dosen program Magister Linguistik di Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) ini, menjadi penulis atau editor buku-buku sekolah tidak gampang. Sebab, setiap penulis wajib lulus sertifikasi dari pemerintah. Demikian pula dengan editor yang terlibat wajib mengantongi sertifikasi dari pemerintah.

Ia menyadari buku-buku pelajaran untuk anak-anak sekolah adalah pondasi dan kunci kemajuan bangsa Indonesia di masa depan. Oleh karena itu, sebagai penulis ia mendukung prosedur ketat dan standar tinggi yang diterapkan Tiga Serangkai.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Penuh Tantangan

Penulis buku mata pelajaran matematika, Supardjo, juga memiliki kesan soal Tiga Serangkai. Sekalipun ia telah pensiun dari Tiga Serangkai sejak 2010, namun ia menilai, penulis buku pelajaran sekolah merupakan profesi yang penuh tantangan dan memiliki tanggung jawab besar.

"Materi buku-buku yang diterbitkan akan menjadi acuan dan referensi dari jutaan anak-anak sekolah di Indonesia," tuturnya.

Oleh karena itu, setiap penulis selalu dituntut untuk terus meningkatkan kualitasnya agar materi yang disusun semakin mudah dipahami peserta didik.

Sementara, penulis buku pelajaran Geografi, Sugiyanto, berpendapat selama lebih dari 60 tahun, jutaan siswa di Indonesia menjadikan buku-buku Tiga Serangkai sebagai referensi di sekolahnya. Ia merasa senang menjadi bagian dari Tiga Serangkai karena dari buku-buku pelajaran itu lahir ribuan profesor dan doktor dari berbagai bidang akademik di Indonesia.

"Sebagai penulis bangga sekali jika buku-buku yang kami tulis dan kemudian diterbitkan oleh Tiga Serangkai bisa melahirkan generasi top," kata Sugiyanto.

Tiga Serangkai menjadi bagian dari pendidikan di Indonesia selama 62 tahun. Penerbit buku legendaris ini konsisten menerapkan standar kualitas tertinggi dari setiap produk buku-buku yang diterbitkan.

"Ini jadi kunci sukses Tiga Serangkai bertahan lebih dari enam dekade," ujar Eny Rahma Zaenah, Chief Executive Officer (CEO) PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.