Sukses

Pejabat di Bali yang Gagal Disuntik Vaksin Covid-19

Liputan6.com, Denpasar Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa tak mendapat rekomendasi dokter untuk bisa mengikuti program vaksinasi Covid-19 yang digelar di Puskesmas I Abiansemal Kabupaten. Suiasa diketahui tak mendapat rekomendasi dari tenaga medis lantaran tekanan darahnya cukup tinggi, jadi tidak disarankan untuk dilakukan penyuntikan vaksin Covid-19.

"Tadi setelah dicek ternyata tensi darah saya tinggi dan lebih dari 140, jadi tidak memenuhi syarat untuk dilakukan vaksinasi. Jadi mohon maaf dulu untuk saat ini, karena saya sebenarnya sangat berkeinginan sekali untuk dapat divaksin, tapi apa daya karena ini merupakan syarat medis, maka saya harus patuh dengan persyaratan itu," kata Suiasa di Badung, Sabtu (16/1/2021).

Ia tak tahu pasti alasan di balik tingginya tensi darah yang ia miliki pada saat akan menjalani proses vaksinasi. Namun, ia menduga tekanan darahnya tinggi lantaran aktifitasnya yang cukup padat sehingga dirinya tidak memiliki waktu istirahat yang cukup.

"Saya kurang tahu juga faktornya, makan saya normal normal saja, mungkin saya kira karena faktor kurang istrihat mungkin. Karena memang intensitas kegiatan tinggi dan istirahat menjadi berkurang," ucap dia.

Ia pun mengaku sangat kecewa, lantaran tensi tinggi membuat dirinya batal mendapat vaksinasi Covid-19. Ia melanjutkan, walaupun saat ini dirinya belum bisa disuntik vaksin, ia akan mencoba lagi saat kondisi darahnya sudah stabuil.

"Dalam batin sih kecewa karena saya ingin secepatnya dapat vaksin, dan secara memtalitas saya sudah siap. Tentu saya sangat berharap, nanti saya bisa lakukan," tuturnya.

 

2 dari 2 halaman

Kadinkes: Vaksin Bisa Dilakukan saat Tensi Normal

Kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Badung, Putu Parwata juga gagal divaksinasi Covid-19. dirinya juga mengalami tensi darah tinggi saat dilakukan screening di meja kedua registrasi.

"Sementara ini belum bisa divaksin karena tensi darah tinggi, dengan demikian bukan berarti saya tidak ingin divaksin, tapi karena ada syarat yang tidak memenuhi. Kalau nanti sudah normal, tentu saya siap untuk vaksin," ucap  Parwata.

Tak hanya dua pejabat tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung yakni Adi Arnawa juga gagal lolos screening saat akan dilakukan vaksinasi. "Karena saya penyintas Covid-19. Jadinya tidak diperkenankan mengikuti vaksinasi," ucap dia.

Sementara itu, melihat adanya sejumlah pejabat di lingkungan Kabupaten Badung yang tak bisa menjalani vaksinasi hari ini, Kepala Dinas Kesehatan Badung yakni Nyoman Gunarta mengatakan akan memantau kesehatan mereka, dan akan melakukan vaksinasi. 

"Jadi kalau tidak lolos ya tidak bisa divaksin hari ini, jadi sementara ditunda. Nanti kita akan atur, kita obati sampai tensinya normal lagi, kalau sudah normal baru bisa menerima vaksin," kata dia.