Sukses

Ratusan ASN Pemda Garut Ikut Uji Seka Massal Gratis

Liputan6.com, Garut - Ratusan Aparatur Sipil Negeri(ASN) Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, melaksanakan uji seka atau swab test secara massal di Lapangan Setda Pemda Garut, Senin (10/8/2020).

Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, pelaksanaan uji seka gratis, dimaksudkan untuk mengetahui penyebaran virus Covid-19 di Garut, terutama klaster lingkungan aparatur pemda Garut.

"Kita juga akan melakukan (tes) di pasar, di pesantren, di tempat-tempat wisata, di kantor TNI-Polri dan sebagainya," ujarnya di sela-sela pelaksanaan tes.

Menurutnya, pelaksaan uji seka penting untuk melindungi masyarakat dari terjangkitnya virus mematikan tersebut. Untuk tahap awal tes lembaganya telah menyediakan sekitar 10 ribu alat tes.

"Kita akan tambah bilamana diperlukan sesuai dengan perintah menteri dalam negeri," ujarnya.

Sedangkan, mengenai waktu pelaksanaan, Rudy menyatakan uji seka massal bakal dilaksanakan selama 30 hari ke depan.

Saat ditanya mengenai pelaksanaan uji seka massal ini lantaran diduga akibat naiknya positif di Garut, Rudy membantahnya. Namun, ia mengakui pelaksanaan tes merupakan titah pemerintah pusat.

"Jadi Jumat kemarin ada lonjakan yang sangat luar biasa, jadi kami melakukan ini atas perintah menteri dalam negeri," kata dia.

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman menambahkan, secara umum faktor penyebab kenaikan angka positif penderita Covid-19 di Garut, masih bersumber dari luar kota. "Sebenarnya tes (swab) terus dilakukan tidak hanya kali ini saja," kata dia.

Namun, akibat keterbatasan alat uji seka yang dimiliki Pemda, sehingga pelaksaan tidak bisa dilaksanakan secara menyeluruh.

"Tapi kan sekarang ada di rumah sakit, kita terus dilakukan secara massif dan proaktif," kata dia.

2 dari 3 halaman

Perkembangan Terbaru

Sementara itu, Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 mencatat penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak dua orang, dan langsung mendapatkan perawatan di RSUD dr Slamet Garut.

"Total kasusnya sampai hari ini sebanyak 5.339 kasus," ujar Jubir Gugus Tugas Covd-19 Garut Yeni Yunita.

Angka itu merupakan gabungan dari Kontak Erat, Suspek, Probable, dan Konfirmasi positif, sementara total meninggal dunia akibat Covid-19 masih 3 orang.

"Untuk positif 1 kasus isolasi mandiri, 16 kasus isolasi RS/perawatan," kata dia.

Untuk menghindari penambahan kasus, ujar Yeni, pihaknya mengimbau masyarakat selalu menjaga kondisi kesehatan, dengan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), mulai dari sering mencuci tangan memakai sabun atau handsanitizer, dan memakai masker.

"Hindari kerumunan serta menghindari kontak fisik seperti jabat tangan dan lainnya," ujar dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini