Sukses

PDP Covid-19, Pasutri di Lembata Diisolasi di RSUD Lewoleba Sepulang dari Inggris

Liputan6.com, Kupang - Sepasang suami istri (pasutri) asal Kabupaten Lembata, NTT terpaksa menjalani perawatan intensif di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lewoleba, lantaran suspect virus Corona Covid-19.

Informasi yang dihimpun, keduanya baru saja kembali dari Inggris dan tiba di Lembata akhir Februari lalu. Kini, keduanya dirawat di ruangan isolasi RSUD Lewoleba karena mengalami demam, batuk dan pilek, sejak 13 Maret 2020.

Pasutri yang menetap di Inggris 15 tahun ini, kini berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Sebelumnya, pasangan ini berstatus orang dalam pengawasan (ODP) virus Corona oleh pihak berwenang di Kabupaten Lembata.

Untuk diketahaui ODP adalah semua orang yang masuk ke wilayah Indonesia, baik Warga Negara Indonesia (WNI) atau Warga Negara Asing (WNI) dan berasal dari suatu negara yang telah dikonfirmasi penularan COVID-19 antar manusia, termasuk negara Inggris.

Direktur RSUD Lewoleba, Bernad Beda mengatakan, pasutri itu masih berstatus pasien dalam pengawasan, belum suspect atau terduga apalagi positip virus Corona Covid-19.

"Jangan resah, mereka secara khusus kita jadikan pasien dalam pengawasan. Artinya orang ini harus dirawat, karena dia dirawat jadilah dia pasien. Kenapa dalam pengawasan? Karena dia berasal dari negara yang tadi penularan orang ke orang sangat diyakini," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (14/3/2020).

Menurut dia, pasutri itu akan dirujuk ke Rumah Sakit TC. Hillers di Maumere, Kabupaten Sikka dengan menggunakan kapal Pemda yang sudah disterilkan. Ia meminta agar warga Lembata tidak resah, karena keduanya belum positif terkena virus Corona.

2 dari 3 halaman

Sterilisasi Bandara

"Jangan panik, biasakan hidup sehat termasuk kebersihan lingkungan, fokus ke kekebalan tubuh," tandasnya. Upaya PT Angkasa Pura Cegah

Sebagai upaya pencegahan masuknya virus corona (covid-19) di Bandara El Tari, pihak PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara melakukan desinfektan di seluruh fasilitas yang sering digunakan oleh pengguna jasa.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara El Tari Kupang, Barata Singgih Riwahono, mengatakan, dalam kegiatan bersih-bersih itu pihaknya bekerja sama dengan dinas kesehatan melalui karantina kesehatan pelabuhan melakukan penyemprotan larutan desinfektan di area bandara.

"Meski masih secara manual, namun ini merupakan tindakan nyata komunitas bandara mulai dari airlines, ground hanling, seluruh anak perusahaan, bahkan para porter pun hari ini ikut melakukan pembersihan," ujarnya kepada wartawan, Jumat (13/3/2020).

Menurut dia, kegiatan itu akan dilakukan setiap hari hingga virus Corona benar-benar hilang. Proses desinfeksi sendiri ditujukan untuk membersihkan sejumlah fasilitas terminal yang sering dipergunakan oleh pengguna jasa.

Yakni, tray atau wadah bagasi penumpang pada mesin pemindai bagasi di Screening Check Point (SCP), meja check-in counter, trolley bagasi, bangku dan tempat duduk penumpang di boarding lounge dan boarding gate, tombol flush pada toilet, switch dan keran wastafel, fasilitas penanganan bagasi, fasilitas internet corner, ruangan musholla, keran air minum, kids Zone, tempat sampah hingga ke bangunan kargo.

3 dari 3 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini: